Olahraga

Joko Suprianto: Ginting dan Jonatan Kurang Motivasi untuk Menang

“Saya lihat motivasi untuk menang di suatu pertandingan seperti Piala Sudirman itu kelihatannya nggak nampak di Jonatan dan Ginting," kata Joko Suprianto.


Joko Suprianto: Ginting dan Jonatan Kurang Motivasi untuk Menang
Tunggal putra Indonesia, Anthony Sinisuka Ginting kembali gagal sumbang poin. ()

AKURAT.CO, Legenda bulu tangkis Indonesia, Joko Suprianto, menyoroti kegagalan tim Indonesia di Piala Sudirman 2021. Khususnya dua atlet tunggal putra, yakni Anthony Sinisuka Ginting dan Jonatan Christie yang dinilai kurang memiliki motivasi untuk meraih kemenangan.

Mimpi Indonesia membawa pulang Piala Sudirman setelah 32 tahun telah pupus. Langkah tim Merah Putih terhenti di babak perempat final usai kalah 3-2 dari Malaysia. Dalam pertarungan itu, tunggal putra Anthony Sinisuka Ginting yang diharapkan menyumbang poin ditekuk oleh andalan Malaysia, Lee Zii Jia, dengan skor 11-21 dan 16-21.

Kekalahan Ginting tersebut membuat sektor tunggal putra di Piala Sudirman mendapatkan banyak sorotan dan kritikan. Pasalnya, Jonatan Christie sebelumnya telah menelan kekalahan saat Indonesia melawan Kanada di fase grup. Kala itu, peraih emas Asian Games 2018 tersebut kalah rubber game 21-9, 20-22, dan 18-21 dari Brian Yang asal Kanada.

Menurut Joko yang pernah membawa tim Indonesia mendapatkan dua perak dan satu perunggu Piala Sudirman itu, motivasi kemenangan Ginting dan Jonatan saat bertanding tidak terlihat.

“Saya lihat motivasi untuk menang di suatu pertandingan seperti Piala Sudirman itu kelihatannya enggak nampak di kedua pemain ini, baik Ginting maupun Jonatan. Ini motivasi untuk menang di lapangan menurut saya kurang,” ujar Joko Suprianto ketika dihubungi Akurat.co, Selasa (5/10).

Joko memahami bahwa beban setiap pemain yang mewakili Indonesia di ajang sebesar Piala Sudirman memang sangat tinggi dan terasa. Akan tetapi, para pemain yang berlaga semestinya telah siap memikul dan mengambil tanggung jawab tersebut.

“Harusnya pemain-pemain ini berpikir bahwa harapan masyarakat Indonesia untuk bisa memulangkan Piala Sudirman itu harus sudah ditanamkan jiwa masing-masing,” tutur Joko.

“Pemain harus punya tanggung jawab untuk itu. Dia enggak bisa mengelak lagi karena ini kejuaraan ini terasa sekali membawa nama negara."

Lebih jauh, Joko memberikan analisa pribadinya terhadap penampilan kedua tunggal putra kebanggaan Indonesia ketika mengalami kekalahan. Menurutnya, Ginting memiliki sedikit masalah pada stamina, sementara Jonatan sempat lengah ketika bertanding.

“Kita lihat kemarin di Sudirman kenapa kok dia enggak bisa main habis-habisan dan gairah menangnya kurang, kemungkinan juga Ginting juga ragu-ragu untuk main panjang, maksudnya sampai rubber set dengan durasi panjang. Sehingga kita melihat banyak sekali error yang dilakukan oleh Ginting," kata Joko.

“Kalau Ginting saya melihatnya faktor utama itu stamina, di samping motivasi untuk menang kurang. Karena dia punya karakter permainan itu menyerang dan power. Speed dan power-nya itu kelihatan kalau dia tak bisa mengembangkan permainan itu, ya gampang didikte oleh lawan.”

“Jonatan juga kita lihat waktu lawan Brian Yang, seharusnya dia unggul. Dia kalau ingin menang, enggak bisa memberikan angin kesempatan lawan untuk mengejar, harus ditekan terus. Tapi kan itu di gim kedua kan nggak kelihatan.

“Saya melihat ada kelengahan terutama di paruh gim kedua setelah unggul 6-0, di situlah masalah untuk Jonatan terjadi. Karena di sana main udah lepas sekali, Brian juga kan bukan pemain yang jelek-jelek amat lah sehingga kalau dia mendapatkan angin seperti itu, ya tampilnya nothing to lose ya lepas. Akhirnya berbalik yang tertekan si Jojo,” tandasnya.[]