Olahraga

Legenda China Mengenang Markis dengan Ingatan Kekalahan Olimpiade 2008

Ambisi Cai Yun/Fu Haifeng untuk meraih medali emas ganda putra Olimpiade Beijing 2008 sebagai wakil tuan rumah digagalkan Markis Kido/Hendra Setiawan.


Legenda China Mengenang Markis dengan Ingatan Kekalahan Olimpiade 2008
Markis Kido/Hendra Setiawan bersama pasangan China yang mereka kalahkan di final Olimpiade Beijing 2008, Cai Yun/Fu Haifeng, ketika menerima medali olimpiade.

AKURAT.CO, Mantan pasangan ganda putra terbaik dunia asal China, Cai Yun/Fu Haifeng, adalah salah satu musuh bebuyutan legenda bulutangkis Indonesia yang belum lama ini mangkat, Markis Kido. Bersama Hendra Setiawan, Kido pernah membuyarkan impian Cai/Fu untuk menjadi juara Olimpiade 2008.

Ketika itu, Cai/Fu mengaku sengaja dipasangkan untuk merebut medali emas olimpiade ketika pesta olahraga terbesar di dunia tersebut digelar di negara mereka. Kekalahan yang cukup membekas karena mereka sebenarnya sudah unggul di set pembuka.

“Sebagai tuan rumah, kami menerima banyak dukungan dan juga tekanan. China belum pernah menang di ganda putra (olimpiade) jadi ada banyak tekanan terhadap kami,” kenang Cai sebagaimana dipetik dari laman BWF.

“Meskipun memenangi set pertama, tekanan menyebabkan kami kalah melawan Hendra dan Markis. Kekalahan itu memengaruhi kami. Saya ingat ketika kami kembali ke kampung atlet, kami mandi dan berbicara lama di kamar, sampai pukul empat atau lima pagi. Kami sulit tidur.”

Adapun Fu mengingat Markis sebagai sebagai pribadi yang berbeda di luar dan dalam lapangan. Di lapangan, kata Fu, Markis bisa bersikap dengan sangat tajam sementara di luar lapangan atlet kelahiran Jakarta, 11 Agustus 1984, tersebut cukup pemalu.

“Saya melawan dia beberapa kali dan dia seperti meriam di lapangan, sangat mendominasi dan agresif. Dia memperluas tipe gaya permainan ganda putra Indonesia,” kata Fu.

“Di luar lapangan, di manapun saya menyapa dia, saya melihat dia sangat pemalu. Terkadang saya menggodanya dan bilang padanya dalam Bahasa (Indonesia) ‘makan’. Dia menjawab, ‘tidak, saya gemuk’. Ketika saya mendengar dia meninggal dunia, saya sangat sedih.”

Markis meninggal dunia karena serangan jantung ketika sedang bermain bulutangkis di Tangerang pada 14 Juni lalu. Mantan pebulutangkis ranking satu dunia tersebut berpulang dalam usia 36 tahun.

Di masa jayanya, Markis dianggap sebagai salah satu pebulutangkis paling mahir di dunia. Selain meraih medali emas Olimpiade Beijing 2008, Markis juga pernah menjadi juara dunia bersama Hendra pada 2007.

“Dia adalah rival lama, kami bertemu di final Olimpiade 2008. Dia adalah seorang pemain yang bagus, luar biasa. Mantan juara olimpiade, dengan skill luar biasa,” ucap Cai.[]