Ekonomi

Legenda Basket Sekaligus Investor Andal, Ini 5 Fakta Menarik Kerajaan Bisnis Kobe Bryant


Legenda Basket Sekaligus Investor Andal, Ini 5 Fakta Menarik Kerajaan Bisnis Kobe Bryant
Kobe Bryant (AP Photo/Jessica Hill)

AKURAT.CO, Luka mendalam dirasakan oleh dunia olahraga khususnya bagi mereka para pecinta basket atas kabar meninggalnya salah satu legenda basket dunia, Kobe Bryant. Kesuksesannya selama 20 tahun kariernya di basket profesional meninggalkan tak hanya warisan di dunia basket, tetapi juga dunia bisnis.

Setelah memutuskan pensiun dari dunia basket pada awal 2016 lalu, Kobe dikenal sebagai salah satu pebisnis yang ulet.

Dilansir dari berbagai sumber, AKURAT.CO mengumpulkan berbagai fakta menarik tentang portofolio bisnis Kobe Bryant.

1. 10 persen saham BodyArmor

Pada Maret 2014 silam, atlet yang berhasil menjadi NBA All-Star sebanyak 18 kali ini membeli saham sebuah produsen minuman berenergi, BodyArmor. Nilai investasi Kobe Bryant di perusahaan produsen minuman energi pesaing Gatorade ini sebesar USD 6 juta atau sekitar Rp81,6 miliar. Sejak saat itu, keuntungan yang diraihnya berlipat hingga 30 kali.

2. CocaCola dengan nilai kini mencapai Rp2,7 triliun

Dengan investasinya di BodyArmor, Pemain basket yang dijuluki Black Mamba ini juga tercatat sebagai salah satu investor Coca-Cola. Beberapa tahun setelah Kobe Bryant berinvestasi di BodyArmor, perusahaan minuman multinasional, Coca-Cola tertarik dengan perusahaan ini dan membeli mayoritas sahamnya. Tak pelak, langkah ini membuat investasi Kobe Bryant melesat berlipat hingga mencapai USD 200 juta atau sekitar Rp2,7 triliun.

3. Dirikan Granity Studios dan menang Academy Award

Pada tahun 2016, ia memutuskan untuk mendirikan sebuah perusahaan media yang bernama Granity Studios. Fokusnya adalah menghasilkan karya storytelling yang kreatif tentang dunia olahraga. Melalui perusahaannya ini, Kobe berhasil membuat sebuah film pendek yang berjudul 'Dear Basketball'. Hasil karyanya tersebut berhasil membawa pulang nominasi film pendek animasi terbaik di Academy Award tahun 2018.

4. Membangun merek 'Black Mamba'

Sejak awal kariernya, ia telah membangun brandnya yang diambil dari julukannya di atas lapangan, 'Black Mamba' bersama NIKE. Dimulai pada tahun 2003, Kobe terus mengembangkan brand tersebut hingga mendirikan sebuah liga basket remaja, Mamba League, pada tahun 2017. Selain itu, atlet kelahiran 23 Agustus 1978 ini juga mendirikan sebuah sekolah dengan fokus di dunia olahraga yang bernama Mamba Sports Academy.

5. Rp1,3 triliun menjadi Rp27 triliun

Kobe mendirikan perusahaan modal venturanya bersama Jeff Stibel dengan nama Bryant Stibel yang berfokus pada startup teknologi, media, dan data dengan nilai investasi awal sebesar USD 100 juta atau sekitar Rp1,3 triliun. Kini, perusahaan yang berdiri pada tahun 2013 tersebut telah memiliki 18 startup dengan 10 di antaranya telah Exit atau menuju IPO, yaitu Dell Technologies hingga Alibaba. Sementara perusahaan lain yang masih menjadi startup adalah perusahaan game Epic Games, pembayaran digital, Klarna, hingga produsen rumah tangga, The Honest Company. Nilai dari perusahaan ini pun naik menjadi USD 2 miliar atau sekitar Rp27 triliun.

Portofolio mantan kapten klub basket Los Angeles Lakers ini tidak hanya di dunia olahraga tetapi juga dunia bisnis. Selamat jalan legenda![[]