News

Lebih dari 400 Ribu dari 3 Juta Dosis! Ini 5 Fakta Penting Pemberhentian Vaksin AstraZeneca

Pemberhentian penggunaan vaksin ini hanya diberlakukan pada batch CTMAV547 yang berjumlah sebanyak 448.480 dosis. 


Lebih dari 400 Ribu dari 3 Juta Dosis! Ini 5 Fakta Penting Pemberhentian Vaksin AstraZeneca
Vaksin AstraZeneca (reuters.com)

AKURAT.CO, Sejak akhir bulan Februari lalu, pemerintah Indonesia telah memulai proses vaksinasi COVID-19. Bahkan, setelah mendapatkan vaksin Sinovac, kini pemerintah juga telah mendapatkan vaksin lainnya buatan Universitas Oxford, yaitu AstraZeneca. Namun. Kementerian Kesehatan RI memutuskan untuk memberhentikan sementara kumpulan produksi (batch) dari vaksin ini. 

Dilansir dari berbagai sumber, AKURAT.CO mengumpulkan sejumlah fakta menarik terkait pemberhentian vaksin AstraZeneca. 

1. Pemberhentian 400 ribu dosis

Pemerintah RI telah mendapatkan bagian dari vaksin COVID-19 melalui COVAX Facility. Bagian tersebut berupa vaksin AstraZeneca dengan jumlah mencapai 3.853.000 dosis. Sedangkan pemberhentian penggunaan vaksin ini hanya diberlakukan pada batch CTMAV547 yang berjumlah sebanyak 448.480 dosis. 

2. Tersebar di beberapa wilayah

Vaksin sebelumnya, Sinovac, hingga kini telah digunakan oleh tenaga kesehatan hingga berbagai lapisan masyarakat Indonesia. Sedangkan vaksin baru, AstraZeneca hingga kini dipersiapkan untuk lapisan masyarakat tertentu. Bahkan, vaksin AstraZeneca telah disebarkan ke sejumlah wilayah di Indonesia, yaitu ke DKI Jakarta dan Sulawesi Utara. Sedangkan di Sulawesi Utara, nantinya vaksin ini akan diberikan pada TNI dan Polri. 

3. Lakukan pengujian vaksin

Penghentian tersebut dilakukan sebagai upaya untuk memastikan keamanan dari vaksin AstraZeneca. Melalui Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM), kini vaksin batch CTMAV547 ini sedang diuji dengan uji sterilitas dan toksisitasnya. Hal ini dilakukan demi melihat adanya keterkaitan antara penggunaan vaksin dengan sejumlah laporan serius dari Kejadian Ikutan Pasca Imunisasi (KIPI).

4. Tidak terkait dengan proses pembekuan darah

Keputusan penghentian satu batch vaksin AstraZeneca tidak disebabkan oleh sebuah kasus kejadian pembekuan darah yang terjadi beberapa waktu lalu. Hal tersebut dikarenakan, tidak adanya keterkaitan antara keduanya. Selain itu, kasus kematian tersebut terjadi secara mendadak. Sedangkan kasus pembekuan tubuh terjadi kurang lebih 5 hingga 7 hari. 

5. Kasus kematian setelah divaksin

Pada Rabu (5/5) lalu, PT Pegadaian melakukan program vaksinasi di stadion Gelora Bung Karno dan diikuti sekitar 6 ribu orang, termasuk Trio Fauqi Virdaus. Namun, setelah mendapatkan dosis pertama vaksin AstraZeneca, Trio mengeluh sakit kepala hebat hingga demam dan linu setelah pulang dari vaksinasi tersebut. Hingga akhirnya, pria 22 tahun tersebut meninggal dunia pada hari Kamis (6/5) setelah dilarikan ke rumah sakit ketika mengalami kejang hingga pingsan. 

Menanggapi Kejadian Ikutan Pasca Imunisasi ini, investigasi masih dilakukan terkait adanya hubungan antara kematian Trio dengan vaksin AstraZeneca.[]

Ahada Ramadhana

https://akurat.co