Lifestyle

Lebih Baik Mencegah, Kenali Gejala Serangan Jantung

Tak semua nyeri dada pertanda serangan jantung. Namun, selalu ada potensi penyakit ini muncul. Kenali gejala serangan jantung


Lebih Baik Mencegah, Kenali Gejala Serangan Jantung
Ilustrasi orang mengalami serangan jantung (CHANNELNEWASIA.COM)

AKURAT.CO  Berdasarkan data dari World Heart Federation, penyakit jantung dan pembuluh darah merupakan penyebab kematian dari 30% penduduk populasi Asia Tenggara. 

Menurut data dari sebuah penelitian bernamakan REPORTHF, penyakit gagal jantung di Indonesia sebagian besar diakibatkan oleh penyakit jantung iskemik dari serangan jantung, sehingga hal ini perlu menjadi perhatian khusus bagi para tenaga kesehatan. 

Dokter Spesialis Jantung dan Pembuluh Darah,  Siska S Danny juga mengatakan angka harapan hidup pasien serangan jantung di Indonesia jauh lebih muda ketimbang usia pasien di Amerika,  Eropa dan Jepang. 

baca juga:

Siska menjelaskan bahwa di Indonesia, angka harapan hidup pasien serangan jantung rata-rata 57 tahun.

"Ini jauh lebih muda dibandingkan usia di Amerika atau Eropa antara 60-65 tahun, di Jepang malah lebih tua lagi," ujar Siska dalam Webinar "Cardiovascular Medicine in 2022 and Beyond: Adaptive, Personalized and Evidence-Based", dikutip pada Jumat (23/9/2022).

Serangan jantung terjadi akibat penyempitan di lubang pembuluh darah koroner sehingga menimbulkan sumbatan total.

 Siska menyebut keluhan umum pasien serangan jantung antara lain nyeri dada yang luar biasa hebat disertai sesak napas dan mual.

"Pasien seringkali menggambarkannya sebagai nyeri terberat yang diderita seumur hidup. Bisa disertai sesak napas, keringat dingin, mual, muntah, pingsan," katanya.

Anggota Perhimpunan Dokter Spesialis Kardiovaskular Indonesia (PERKI) itu mengakui tak semua nyeri dada pertanda serangan jantung.