Ekonomi

Lebaran Usai, Pemerintah Jamin Stok Daging Dijamin Masih Aman

Kementan menyampaikan stok ketersediaan daging komoditas hewani khususnya ruminansia masih tersedia cukup.


Lebaran Usai, Pemerintah Jamin Stok Daging Dijamin Masih Aman
Warga memilih daging sapi di Pasar Senen, Jakarta, Minggu (14/2/2021). (AKURAT.CO/Endra Prakoso)

AKURAT.CO Kementerian Pertanian (Kementan) melalui Direktorat Jenderal Peternakan dan Kesehatan Hewan (Ditjen PKH) menyampaikan stok ketersediaan daging komoditas hewani khususnya ruminansia masih tersedia cukup. Hal ini hasil dari pemantauan yang dilakukan sejak H-7 Idulfitri 1442 H sampai pasca Lebaran.

"Kementan terus pantau ketersediaan daging menjelang Idulfitri 1442 H, kami terus melakukan kegiatan pengawasan terpadu menjamin produk pangan segar asal hewan tersedia dan memenuhi syarat ASUH (Aman, Sehat, Utuh, dan Halal)," ujar Direktur Jenderal PKH Kementan Nasrullah dalam keterangan tertulisnya, Jakarta, Senin (17/5/2021).

Ia menyampaikan, stok hewani masih tersedia meskipun menjelang Idulfitri terjadi peningkatan pemotongan di Rumah Potong Hewan Ruminansia (RPH-R). Ketersediaan daging pada bulan Mei masih tersedia sebanyak 19.388,13 ton.

Meskipun di beberapa RPH-R memang terjadi peningkatan pemotongan, misalnya di PD Dharma Jaya, Jakarta Timur pada H-3 Lebaran sebanyak 100-200 ekor terdiri dari 90% sapi jenis brahman cross dan 10% sapi lokal.

Padahal, PD Dharma Jaya yang telah memiliki sertifikat NKV dan sertifikat halal ini dalam waktu normal di luar Idulfitri hanya melakukan pemotongan sapi berkisar antara 60-70 ekor/hari berupa sapi jenis Brahman Cross. 

Adapun untuk sumber sapi lokal berasal dari wilayah Jawa Tengah, Jawa Timur, Bali dan Jawa Barat. Sedangkan untuk Sapi jenis Brahman Cross berasal dari wilayah Lampung, Banten, Jawa Barat, dan Jawa Tengah.

"Sampai H-5 Idulfitri, pemotongan di RPH-R PD. Dharma Jaya telah mencapai sebanyak 176 ekor yang terdiri dari 137 ekor Brahman Cross dan 39 ekor sapi lokal," ungkap Nasrullah.

Meski demikian, Nasrullah menerangkan, pemerintah terus berupaya meningkatkan populasi sapi lokal Indonesia. Maka, setiap RPH-R diimbau tidak melakukan pemotongan kepada sapi betina produktif di RPH.

"Sedangkan, produk karkas dan daging dari RPH ini didistribusikan untuk kebutuhan masyarakat di wilayah Jabodetabek," imbuh Nasrullah. []

Dhera Arizona Pratiwi

https://akurat.co