Lifestyle

Lebaran Selesai, Simak Tips Frekuensi Berhubungan Seks dari Dokter Boyke

Berapa kali harusnya berhubungan seks dalam seminggu?


Lebaran Selesai, Simak Tips Frekuensi Berhubungan Seks dari Dokter Boyke
Ilustrasi pasangan berhubungan seks (Freepik.com)

AKURAT.CO, Sebulan penuh, kamu sudah menjalani ibadah puasa. Tentu kamu banyak menghindari tindakan-tindakan yang bisa membatalkan puasa. Kamu juga bisa jadi menghindari hubungan seksual dengan pasangan, karena memiliki beberapa alasan yang benar.

Nah, kini, bulan puasa sudah selesai. Kamu dan pasangan bisa kembali mengatur pola kehidupan seks dengan lebih sehat dan teratur, karena kehidupan seks yang baik akan sangat membawamu kepada begitu banyak kebaikan.

Lalu, frekuensi hubungan seks yang sehat itu seperti apa?

Seksolog senior, dr. Boyke Dian Nugraha, SPoG, MARS, dalam chanel Boykepedia yang dikutip Akurat.co, menjelaskan bahwa tak ada patokan tetap mengenai frekuensi hubungan seksual yang baik dan sehat.

Tapi mengacu pada data statistik yang dilakukan oleh berbagai lembaga penelitian, rata-rata pasangan pada usia di bawah 40 tahun, melakukan hubungan seks sebanyak 2-3 kali dalam seminggu.

“Tapi yang diatas 40 tahun, 1-2 kali dalam seminggu itu sudah normal. Itu dilakukan oleh bangsa Prancis, Hongkong maupun di Amerika,” jelasnya.

Angka ini pula disarankan Dokter Boyke untuk dijadikan patokan soal frekuensi hubungan seks pasangan menikah di Indonesia. Tapi, ia menggarisbawahi bahwa hubungan seks adalah soal kualitas. Kuantitas bukan menjadi patokannya.

“Hubungan seks yang terlalu sering kadang membuat pasangan itu menjadi bosan. Apalagi kalau gayanya yang itu-itu saja,” katanya.

Untuk mengantisipasi kebosanan itu, kamu bisa menawarkan berbagai variasi gaya dalam hubungan. Selain posisi seks, kamu juga disarankan memilih ruangan yang berbeda dari biasanya, untuk mendapatkan mood yang lebih baik.

“Mungkin hari ini sama-sama mandi bersama di bathup, kemudian besoknya di ranjang, besoknya lagi di kursi sofa, dan besoknya lagi di tempat-tempat yang privat tapi terkunci,” sarannya.

Soal angka frekuensi di atas, Dokter Boyke menyarankan kamu bisa memegangnya sebagai acuan. Tapi, keadaannya bisa disesuaikan dengan kondisi yang baik. Kamu tak bisa memaksakannya melakukan hubungan seks, jika kondisi memang tak memantaskannya.

“Misalnya keduanya bekerja, atau ada pasangan yang punya anak kecil, atau ada keluarga yang sedang sakit,” timpalnya.[]

Bonifasius Sedu Beribe

https://akurat.co