Florentinus Suryo Susilo

Penulis adalah mahasiswa S-3, Program MDKIK, Sekolah Pasca Sarjana Universitas Gadjah Mada Yogyakarta
News

Leadership from the inside out, seven pathways to Mastery Untuk Pemimpin Indonesia Pasca Jokowi

Dalam buku “Leadership from the inside out, seven pathways to Mastery” menyatakan bahwa Kepemimpinan adalah bagian dari diri kita


Leadership from the inside out, seven pathways to Mastery Untuk Pemimpin Indonesia Pasca Jokowi
Presiden Joko Widodo (AKURAT.CO/Sopian)

AKURAT.CO Suatu konsep kepemimpinan. Menurut Barry Z.Posner, seorang professor kepemimpinan di Leavey  School of Business, Santa Clara University California, bahwa kepemimpinan adalah sesuatu yang dapat dipelajari. Kepemimpinan bukan sesuatu yang bersifat genetik, bukan merupakan suatu kode rahasia yang tidak dapat di pecahkan oleh manusia biasa. Kepemimpinan merupakan suatu keterampilan dan kemampuan yang dapat dikembangkan, diperkuat dan ditingkatkan dengan motivasi dan keinginan Bersama, dengan Latihan dan tentunya feedback. Kepemimpinan perlu diajarkan secara berbeda dari kursus berbasis konten (content based-courses). Kepemimpinan didorong lebih banyak oleh kekuatan internal manusia daripada oleh kekuatan eksternal manusia, dan dengan demikian pengembangan pemimpin pada dasarnya adalah pengembangan batin.

Kevin Cashman dalam buku “Leadership from the inside out, seven pathways to Mastery” menyatakan bahwa Kepemimpinan adalah bagian dari diri kita. Signifikansi peran kepemimpinan dari masing-masing individu mungkin berbeda, tetapi pada dasarnya diri kita adalah pemimpin dalam beberapa hal , baik itu disadari atau tidak.  “Kepemimpinan adalah ekspresi diri yang menciptakan nilai”.  

Seven pathways to mastery

baca juga:

Pathway 1: Personal Mastery. Merupakan suatu komitmen pribadi. Tentang penemuan diri sendiri (self-discovery), menentukan siapa diri kita sebagai individu. Tentang setelah menemukan diri sebagai pribadi/individu, lalu bagaimana mengungkapkan siapa diri kita sebagai individu. Tentang melihat lebih jauh seseorang/individu dibalik penampilan luarnya. Tentang menjadi seorang seperti apa, diri kita, tergantung atas keadaan yang kita hadapi. Tentang bagaimana kepemimpinan membentuk karakteristik kita dan menjadikannya suatu peluang dan kemungkinan. 

Pathway 2: Purpose Mastery. Bagian ini terkait bagaimana cara kita mengungkapkan apa yang kita lihat dalam hidup, dengan cara yang berbeda, secara positif agar bisa menambah nilai ke sekitar kita. Purpose mastery, akan membuat seseorang fokus kepada tujuan. 

Pathway 3 : Change Mastery. Bagian ini mengungkapkan pentingnya seorang pemimpin untuk bergerak, berubah dan beradaptasi apabila dibutuhkan. Dalam change mastery terdapat 5 hal penting untuk berubah. Yaitu perubahan:

  • Dari Fokus ke masalah menjadi peluang.
  • Dari fokus ke jangka pendek menjadi fokus ke jangka Panjang
  • Dari fokus ke keadaan menjadi fokus ke tujuan
  • Dari fokus ke kontrol menjadi fokus ke kemampuan beradaptasi
  • Dari fokus ke keraguan (doubt), menjadi fiokus ke kepercayaan (trust)

Pathway 4 : Interpersonal Mastery. Merupakan perpaduan yang dinamis antara kekuatan personal dengan kekuatan sinergi untuk membuat nilai (value) dan kontribusi.Poin-poin berikut menjadi penting untuk menjadi interpersonal mastery:

  • Perlunya belajar, mengembangkan diri dan tumbuh Bersama dengan yang lain.
  • Perlunya mengakui bahwa terdapat kontribusi dari banyak faktor yang membuat pemimpin bisa sukses.
  • Berinteraksi dengan pihak lain akan membuat kita mendapatkan tambahan kemampuan.
  • Feedback menolong para pemimpin untuk menjadi lebih efektif dan efisien.

Pathway 5 : Being Mastery. Sesorang menjadi being mastery berarti orang tersebut dapat terhubung dengan batin mereka dan menjadi orang yang lebih baik. Karena itu penting untuk :Menemukan siapakah diri kita sebagai individu. Belajar untuk mentranformasikan kesadaran diri agar lebih Bahagia. 

Pathway 6 : Balance Mastery. Balance mastery berarti menyeimbangkan kehidupan untuk membangun resilience dan meningkatkan efektivitas. Ketidak seimbangan akan berakibat terhadap ketidakharmonisan dalam suatu hubungan, berkurangnya kemampuan, menghilangnya keinginanan untuk melakukan sesuatu dan terdapatnya stress secara fisik. Menyeimbangkan semua aspek kehidupan merupakan inti dari balance mastery. Aktivitas berikut merupakan hal-hal yang perlu dilakukan untuk menjadi balance mastery, antara lain: Jangan terlalu serius, effective stress management, fokus ke tujuan, memelihara hubungan dengan orang terdekat, melakukan liburan yang sesungguhnya,tidak ribet dalam hidup,berolahraga yang seimbang. Tanda-tanda seorang pemimpin telah melakukan balance mastery antara lain: Optimis,Berenergi,kemampuan untuk berfokus, bermotivasi karena aspek dari dalam (internal motivation),kreatif dan inovatif,tidak tergantung pada kafein, alkohol,nikotin ataupun obat-obatan, produktif sedangkan ketidak seimbangan  (imbalance mastery) di cirikan dalam tanda-tanda berikut: Nervous dan kurang berenergi, kurang fokus, datangnya motivasi karena faktor eksternal, hubungan yang kurang harmonis,depresi,tergantung kepada kafein, alcohol,nikotin,ataupun obat-obatan, negatf,kurang produktif.

Pathway 7 : Action Mastery. Dalam action mastery, hal terpenting adalah proses penciptaan value, dengan cara menjadi diri sendiri. Action mastery merupakan tindakan terkait dengan tujuan dan visi. Value diciptakan melalui Tindakan.  Action mastery merupakan proses mengintegrasikan dan menerapkan beragam sumber daya batin (inner resources) saat kita menciptakan value.Poin-poin penting dalam action mastery adalah  1) Menentukan prioritas 2) Fokus untuk growth dan building 3) Bertanggung jawab secara keseluruhan 4) Konsisten !!! 5) Hilangkan Kekhawatiran, Keraguan, dan rasa negatif 6) Jangan hanya berbicara, jadilah pembicara 7) Membangun Kesadaran luar dalam.

Gaya Kepemimpinan di era presiden Joko Widodo (Jokowi)

Sebagain besar penduduk Indonesia merupakan masyarakat Jawa. Masyarakat Jawa beranggapan bahwa ratu (pemimpin) adalah titisan Wisnu. Ia mengayomi semua pihak tanpa pandang bulu, semua diperlakukan sama. Dalam diri seorang pemimpin bersemayam 8 dewa, Betara Indra, Yama, Surya, Candra, Anila, Kuwera, Bharuna, dan Agni, ia menjelma sebagai ratu gung binathara trah andana warih, trahing kusuma rembesing madu, artinya ia berwibawa sebagai keturunan orang yang berbobot. Kunci utama keberhasilan seorang pemimpin adalah upaya menguasai perwatakan dewa. Masing-masing dewa memiliki karakter yang berbeda. Dalam konteks pendidikan karakter, setiap dewa membawa pesan penting yang perlu ditaati para pimpinan.Artinya pemimpin, menurut masyrakat jawa diharapkan mempunyai darah dewa yang terwejahwantah dalam keturunan ningrat/bangsawan ataupun pejabat ataupun ksatria. Bahwa seorang raja yang diangkat mesti dari keturunan ningrat (kesumah / bunga) atau bangsawan, tapa /pertapa /alim ulama, berwawasan agama, dan berasal dari keturunan pilihan utama.

Tidak seperti presiden pendahulu, Presiden Jokowi berasal dari rakyat jelata. Gaya kepemimpinan presiden Jokowi secara umum adalah partisipatif yang akan terlibat dengan anggota saat akan mengambil keputusan atau kegiatan seperti tindakan blusukan yang serimg di lakukannya, selain itu adalah karismatik dengan segala kesederhaannya. Kemudian transformasional yang merupakan gaya kepemimpinan yang menginspirasi dan memberdayakan individu, kelompok dan organisasi dengan cara mentransformasi paradigma dan nilai-nilai organisasi menuju kemandirian.

Jokowi bisa mensimplifikasi komunikasi manajemen berupa jargon manajemen yang Panjang, digantikan dengan jargon : Kerja Kerja Kerja.

Dalam masa pemerintahannya, presiden Jokowi telah mampu mulai meratakan pembangunan yang ada di Indonesia yang dimana infrastruktur dibangun tidak lagi hanya fokus di pulau Jawa tetapi di luar Jawa juga. Berbagai macam gebrakan seperti pembentukan Ibukota Negara Baru (Nusantara), pembangunan infrastruktur (misalkan jalan tol), dan juga simplifikasi dan pemutakhiran peraturan dalam bentuk undang-undang (UU Cipta kerja) merupakan hal-hal yang sangat penting dalam era Jokowi. Bagaiamana Jokowi bisa me manage wabah Covid 19 dengan sangat baik, dan tetap menjaga pertumbuhan ekonomi, merupakah akibat kepemimpinan dan tangan dinginnya.

Tantangan Indonesia Pasca Jokowi

Terdapat banyak tantangan secara ekonomi dan juga politik yang harus dihadapi oleh Indonesia sebagai bagian masyarakat dunia.

Sebagai bagian dari komunitas Global dan anggota G20, Indonesia menghadapi tantangan terkait pemulihan dan stabilitas ekonomi sehubungan dengan menghangatnya intensitas blok Rusia dengan Blok barat, sehubungan dengan Perang Rusia vs Ukraina. Hal ini dipercaya akan berakibat terhadap stabilitas ekonomi dunia. Indonesia sebagai bagian dari masyarakat Global, tentu akan terdampak oleh hal ini. Beberapa Pekerjaan rumah yang sangat besar yang harus dilakukan oleh pemimpin Indonesia pasca Jokowi adalah sebagai berikut, namun tidak terbatas hanya dalam hal berikut:

  • Penyelesaian Ibukota Negara Nusantara
  • Masyarakat yang masih terpolarisasi
  • Pemulihan ekonomi dan Investasi pasca Covid-19
  • Penyelesaian Utang Luar Negeri
  • Korupsi
  • Radikalisme dan terorisme

Pemimpin Indonesia sesuai dengan konsep Leadership from the Inside out

Leadership from the inside out akan memberikan suatu bekal kepemimpinan sebagai seorang pemimpin sebagai a whole person.

Pathway Personal Mastery, akan memberikan suatu guideline bagaiamana seorang pemimpin bisa melakukan penguasaan personal. Pathway Purpose Mastery, akan membantu seorang pemimpin untuk melihat suatu masalah dari sudut pandang yang berbeda. Dari sudut pandang yang optimis, Pathway Change Mastery akan membuat seorang pemimpin bisa melihat setiap peluang dibalik setiap masalah, akan membantu seorang pemimpin lebih memikirkan strategi jangka Panjang dibandingkan jangka pendek. Akan membantu pemimpin untuk selalu berpikir positif. Pathway Interpersonal Mastery  akan membantu  pemimpin untuk meningkatkan kempuan interpersonalnya dan meningkat sinergi dalam tim. Pathway Being Mastery menjadi pemimpin yang mempunyai intuisi tajam dari dalam bathin, dan akan menjadi lebih berempati, tajam di EQ tidak hanya IQ. Pathway balance mastery akan membantu pemimpin menjadi lebih Tangguh dan tahan banting. Pathway action mastery akan membantu pemimpin lebih mempunyai visi dan misi, dan akan focus mengkesekusi misi.

Kesimpulan

Leadership from the inside out, seven pathways to Mastery merupakan konsep kepemimpinan yang memadukan aspek batiniah dan lahiriah. Sebuah konsep yang sebenarnya sudah mandarah daging dalam masyarakat dunia timur ataupun Nusantara.Terdapat banyak tantangan besar pasca kepemimpinan Jokowi sebagai presiden, yang tentunya akan dibutuhkan sosok pemimpian yang kuat dalam kepemimpinan lahiriah dan juga batiniah. Dalam menghadapi tantangan-tantangan tersebut, penulis percaya bahwa “Leadership from the inside out, seven pathways to Mastery akan sangat relevan untuk dijadikan pegangan dalam manajemen kepemimpinan di Indonesia terutama untuk penerus Presiden Joko Widodo.[]