News

LDR Terkontrol jadi Tren di Jepang saat Pandemi COVID-19

LDR jadi tren yang berkembang di antara pasangan muda Jepang yang memilih atau terpaksa untuk hidup terpisah


LDR Terkontrol jadi Tren di Jepang saat Pandemi COVID-19
Ilustrasi pasangan LDR (Unsplash)

AKURAT.CO "Hubungan jarak jauh" atau long distance relationship (LDR) telah menjadi topik hangat di Jepang selama beberapa hari terakhir, setelah acara TV populer melaporkan bahwa pasangan muda lebih suka hidup terpisah dan tetap berhubungan menggunakan aplikasi panggilan video gratis.

Pada tanggal 21 Juli, salah satu acara televisi menampilkan LDR sebagai tren yang berkembang di antara pasangan muda Jepang yang memilih atau terpaksa untuk hidup terpisah. LDR di sini melibatkan penggunaan aplikasi panggilan video gratis seperti Line atau Skype untuk tetap berhubungan selama berjam-jam, bahkan sepanjang malam.

Sepasang suami istri yang menjadi contoh selama pertunjukan, mengatakan bahwa mereka membiarkan aplikasi terbuka pada malam hari sehingga mereka dapat "bangun bersama", dan hanya mematikannya saat mereka sedang bekerja. Dengan cara ini mereka merasa seperti mereka bersama, meskipun yang satu tinggal di Tokyo dan yang lainnya di Prefektur Ibaraki.

LDR tidak membutuhkan percakapan terus-menerus; kedua pasangan bahkan tidak perlu berinteraksi, mereka hanya dapat melanjutkan jadwal masing-masing, tetapi membiarkan aplikasi panggilan dihidupkan selama itu membuat mereka merasa terhubung. Mendengarkan suara aktivitas orang lain, seperti pengering rambut, mencuci piring, atau menonton TV dilaporkan membuat pasangan merasa lebih baik.

Salah satu keuntungan dari LDR adalah kemandirian. Pasangan tidak merasa tertekan untuk melakukan apa yang orang lain ingin lakukan, mereka masing-masing dapat mengikuti rutinitas mereka sendiri dan masih merasa dekat satu sama lain. Beberapa bahkan menonton film bersama, atau makan malam bersama dengan cara ini.

Baca Juga: Serba Rahasia, Ini 5 Ide Surprise Buat Kamu yang LDR

LDR sebelumnya memang sudah dikenal di Jepang, tetapi pandemi corona membuatnya menjadi lebih populer. Bedanya, kini LDR seperti diremote dengan aplikasi panggilan telepon yang terus hidup.

Sementara LDR dengan remote ini terdengar seperti cara yang disambut baik untuk menjaga pasangan jarak jauh tetap terhubung selama pandemi, tetapi juga mendapat kritikan dari masyarakat umum dan dari pakar hubungan.

“Saya pikir itu bagus ketika Anda memulai dan Anda sedang jatuh cinta, tetapi ketika perasaan itu berangsur-angsur memudar, saya pikir hubungan yang terus-menerus akan menyebabkan perpisahan,” kata komentator TV Asahi Toru Tamagawa dikutip dari Oddity Central. "Saya pikir hubungan itu akan berakhir dalam keadaan seperti terus diawasi."

Bagaimana nih menurutmu? LDR tapi teleponan terus-terusan, apakah cara ini efektif? Atau justru menekan privasimu untuk berkegiatan? []