News

LBH DPN Laporkan Kasus 300 Korban Pinjol Ilegal ke Polda Metro Jaya

LBH DPN Indonesia kembali melaporkan terkait kasus pinjaman online ilegal ke Gedung SPKT Polda Metro Jaya.


LBH DPN Laporkan Kasus 300 Korban Pinjol Ilegal ke Polda Metro Jaya
LBH DPN Indonesia kembali melaporkan terkait kasus pinjaman online ilegal. LBH DPN melaporkan perkembangan kasus pinjaman online ke gedung SPKT Polda Metro Jaya, Jakarta, Kamis (4/11/2021). (AKURAT.CO/Zendy Pradana)

AKURAT.CO LBH DPN Indonesia kembali melaporkan terkait kasus pinjaman online ilegal. LBH DPN melaporkan perkembangan kasus pinjaman online ke Gedung SPKT Polda Metro Jaya.

Manajer Direktur LBH DPN Indonesia mengirimkan tim Advokat ke Polda Metro Jaya guna menindaklanjuti terhadap aduan masyarakat yang diterima LBH DPN Indonesia.

"Lebih dari 300 orang korban pinjaman online ilegal secara nasional sudah menyampaikan pengaduan kepada LBH DPN Indonesia untuk membantu menyelesaikan permasalahan hukum yang dihadapi para korban pinjaman online ilegal," demikian dikutip dari keterangan tertulis kepada AKURAT.CO, Jakarta, Kamis (4/11/2021).

Direktur Pidana DPN, Krisnadi Bremi mendampingi para korban untuk melaporkan kasus pinjaman online ilegal ke Polda Metro Jaya.

Kerugian yang diterima dari keseluruhan korban sekitar Rp300 juta.

"Kami LBH DPN Indonesia mengimbau kepada seluruh masyarakat Indonesia agar selalu waspada dengan penawaran pinjaman online," tulisnya.

Krisnadi melaporkan ke pasal 32 juncto, pasal 48 dan atau pasal 29 juncto, pasal 45 UU RI No. 19 tahun 2016. Berdasarkan nomor laporan: STTLP/B/5523/XI/2021/SPKT/POLDA METRO JAYA, Tanggal 04 November 2021.

Diberitakan sebelumnya, jajaran tim Polda Metro Jaya berhasil menggrebek kantor kolektor pinjaman online (pinjol) ilegal di daerah Kota Tangerang pada siang hari ini.

Penggerebekan kantor pinjaman online (pinjol) bernama PT Indo Tekno Indonesia itu berlokasi di Green Lake City, Ruko Crown Blok C1-7, Kota Tangerang.