Rahmah

Layani Jemaah Haji yang Sakit, Kemenag Berikan Fasilitas Safari

Pemerintah Indonesia berkoordinasi dengan kedutaan Arab Saudi untuk menyiapkan tenda-tenda di Padang Arafah lengkap dengan fasilitas AC dan lainnya.


Layani Jemaah Haji yang Sakit, Kemenag Berikan Fasilitas Safari
Ilustrasi Kakbah saat dipenuhi para jemaah dari seluruh dunia (pixabay.com)

AKURAT.CO Bagi jemaah haji Indonesia yang dalam kondisi sakit saat menuju pada Arafah, Kementerian Agama (Kemenag) menyiapkan Layanan Safari Wukuf untuk mereka. Waktu wukuf ini terjadi ketika matahari tergelincir pada 9 Dzulhijjah.

Melaui Kemenag, pemerintah Indonesia berkoordinasi dengan kedutaan Arab Saudi untuk menyiapkan tenda-tenda di Padang Arafah lengkap dengan fasilitas AC dan lainnya.

"Ïnsya Allah jemaah haji Indonesia akan nyaman selama berada di Padang Arafah. Persiapan sudah maksimal. Fasilitas ini akan menampung seluruh jemaah haji Indonesia dan jemaah haji negara lainnya. Karena wukuf itu merupakan Rukun Haji, jadi semua jemaah saat momen itu akan berada di Padang Arafah," kata Juru Bicara Panitia Penyelenggara Ibadah Haji (PPIH) Akhmad Fauzin, Kamis (23/6/2022) lalu.

baca juga:

Disampaikan Fauzin, jemaah haji akan dibantu PPIH dalam bentuk membantu pendampingan pendampingan, pembimbingan, pembacaan zikir dan doa lainnya untuk jemaah yang membutuhkan, khususnya jemaah yang sakit.

"Khusus jemaah yang sakit kita akan disafariwukufkan. Jadi jemaah akan diikhtiarkan wukuf di Arafah bisa menggunakan bis atau ambulance. Jika jemaah tidak bisa secara fisik atau tidak mampu, akan kita badalhajikan," tandasnya.

Fauzin menambahkan, untuk Safari Wukuf ini diberikan kepada calon jemaah haji yang sakit atau yang dalam perawatan di Klinik Kesehatan Haji Indonesia (KKHI) atau Rumah Sakit Arab Saudi melalui manajemen Safari Wukuf.

"Apabila tidak memungkinkan akan dibadalhajikan oleh petugas. Artinya begini, kalau ada jemaah haji Indonesia yang sedang sakit dan bisa dibawa dengan ambulance atau bis kesehatan mereka akan di Safari Wukufkan dengan tetap berada di dalam kendaraan. Jadi mereka tidak seperti jemaah haji sehat yang berada di luar. Ini komitmen layanan istimewa yang akan kita berikan," ujarnya.

"Jadi mereka tetap di Arafah. Kecuali mereka yang betul-betul sakitnya itu sangat darurat yang tidak bisa dibawa dengan ambulance. Mereka akan tetap berada di Rumah Sakit, tetapi statusnya dibadalhajikan atau digantikan oleh petugas sesuai dengan syariat Islam. Kami mengimbau kepada jemaah haji tidak perlu khawatir. Pasalnya jemaah akan dipandu dan dibimbing supaya perjalanan atau Rukun Haji tetap dilaksanakan," sambung Akhmad Fauzin.

Untuk jemaah yang meninggal sebelum melakukan wukuf di Padang Arafah, mereka akan dibadalhajikan oleh pemerintah Indoensia.

"Kepada jemaah haji, kami imbau untuk menjaga fisik dan kesehatan, terutama saat mendekati wukuf. Jangan terlalu memaksakan diri untuk beribadah sehingga lupa menjaga menjaga kesehatan fisik. Mari kita atur ritme ibadah sehingga saat momen wukuf, kondisi jemaah dalam keadaan fit dan sehat. Tetap menjaga protokol kesehatan, minumlah sebelum haus, karena cuaca di Arab Saudi mencapai 46 derajat celsius. Jangan sampai terjadi dehidrasi," pungkasnya.[]

Sumber: Kemenag