News

Layangkan Maklumat Kekecewaan Pada Presiden, Raja-raja Se-Indonesia Batal Serahkan Data Aset

Para raja, ratu, sultan, datu hingga pemangku adat di Indonesia akhirnya malayangkan maklumat untuk Presiden Jokowi, hari ini, Jumat (20/5/2022).


Layangkan Maklumat Kekecewaan Pada Presiden, Raja-raja Se-Indonesia Batal Serahkan Data Aset
Para raja dan ratu yang kecewa (Badri/Akurat.co)

AKURAT.CO, Para raja, ratu, sultan, datu hingga pemangku adat di Indonesia akhirnya malayangkan maklumat untuk Presiden Jokowi, hari ini, Jumat (20/5/2022). Mereka kecewa lantaran Presiden Jokowi tak hadiri simposium nasional para raja, ratu, sultan dan datu di salah satu hotel. Di Jakarta Pusat hari ini. 

Ketua Umum Lembaga Komunikasi Pemangku Adat Seluruh Indonesia (LK-PASI) Datuk Juanda mengungkapkan, simposium itu bermula saat pertemuan mereka dengan Presiden Joko Widodo di Istana Bogor pada 2018 silam. Pada pertemuan itu, Presiden Jokowi menyampaikan empat arahan. 

Pertama; ia meminta agar dilakukan pendataan aset kerajaan yang dikuasai negara. Kedua; agar dilakukan sertifikasi tanah kerajaan. Ketiga; optimalisasi tanah kerajaan. Keempat; revitalisasi keraton. 

baca juga:

Menindaklanjuti arahan presiden itu, mereka membentuk LK-PASI. Forum itu jadi sarana komunikasi antar satu kerjaaan dengan kerajaan lain. Terutama terkait upaya saling bertukar informasi terkait data aset kerajaan. Sejak itu, upaya untuk mengumpulkan data-data tanah kerajaan yang diminta presiden mereka lakukan selama empat tahun. 

"Sebenarnya hari ini, kalau Pak Presiden datang, kita mau menyerahkan data-data itu. Tapi ternyata, tidak satu pun hari ini yang menghadiri acara ini. Presiden tidak mengutus siapapun untuk menerima maklumat dan laporan dari raja-raja terkait kelanjutan pertemuan Istana Bogor itu," kata Datuk Bentara Kerajaan Negeri Padang Deli itu, Jumat (20/5/2022). 

Dia mengaku kecewa. Kekecewaan itu juga dirasakan raja-raja yang hadir dalam simposium itu. Mereka kecewa lantaran simposium hari ini mereka jadwalkan bakal jadi hari bersejarah bagi para raja sebagai tindaklanjut pertemuan di Istana Bogor. 

"Tentunya ini kita sangat-sangat kecewa. Bisa bayangkan bagaimana rasa kecewa itu ketika ini mau diserahkan ternyata tidak ada yang menerima. Karena ini adalah pertemuan lanjutan dari apa yang disampaikan beliau pada tahun 2018," ujarnya.

Pihaknya kecewa berat lantaran kedatangan mereka juga atas biaya sendiri. Bahkan, kata dia, ada juga raja atau ratu yang datang menggunakan transportasi darat. Dia menyebutkan, diantara raja dan ratu yang hadir ada yang berasal dari wilayah jauh seperti Nusa Tenggara, Maluku, Sulawesi, Kalimantan, Tapanuli, bahkan Minangkabau. Meski begitu, dia mengaku para raja tetap bersabar. 

"Insyaa Allah raja-raja ini umumnya sabar dan santun, bisa menyikapi ini secara bijaksana. Insyaa Allah mudah-mudahan ini bukan karena Presiden mengabaikan kita ya, tapi karena kesibukan beliau dan juga kita berharap kedepan ada lah perhatian juga," katanya. []