News

Layang-layang Tersangkut di Pesawat Pesawat Citilink Saat Akan Mendarat di Adisutjipto

Layang-layang nyangkut


Layang-layang Tersangkut di Pesawat Pesawat Citilink Saat Akan Mendarat di Adisutjipto
Layang-layang berukuran 50 cm menyangkut di landing gear pesawat Citilink ATR 72-600 yang mendarat di Bandara Adisutjipto Yogyakarta (Dok. Bandara Adisutjipto)

AKURAT.CO, Layang-layang berukuran 50 cm menyangkut di landing gear pesawat Citilink ATR 72-600 yang mendarat di Bandara Adisutjipto Yogyakarta. Dok. Bandara Adisutjipto

Akurat.co - Sebuah layang-layang dilaporkan menyangkut pada pesawat Citilink ATR 72-600 yang mendarat di Bandara Adisutjipto Yogyakarta, Sleman, DIY. Kejadian ini tak sampai berdampak fatal pada pesawat yang bermuatan 54 penumpang tersebut.

General Manager Bandara Adisutjipto Yogyakarta, Agus Pandu Purnama menjelaskan, peristiwa itu terjadi pada Jumat (23/10/2020) kurang lebih pukul 16.48 WIB. Saat itu, pesawat bernomor penerbangan QZ 1107 itu tengah menuju Bandara Adisutjipto dari Bandara Halim Perdana Kusuma, Jakarta.

Layang-layang Tersangkut di Pesawat Pesawat Citilink Saat Akan Mendarat di Adisutjipto - Foto 1
Dok. Bandara Adisutjipto

Kala pesawat berada di ketinggian 1.000 kaki dan hendak memasuki fase final approach atau pendaratan, pilot melihat banyak layang-layang yang melayang di sekitar barat Flyover Janti. Pemandangan ini lantas dilaporkan ke menara kontrol (ATC).

"Banyak sekali layang-layang tapi sulit dihindari karena itu lintasan pesawat," kata Agus Pandu saat dikontak, Sabtu (24/10/2020).

Si burung besi pun akhirnya bisa mendarat dengan mulus. Total 54 penumpang, termasuk 5 awak kabin yang bertugas dilaporkan selamat.

"Tapi, ternyata pada saat mendarat ditemukan layang-layang nyangkut kira-kira dengan lebar 50 sentimeter menyangkut di landing gear atau ban sebelah kiri," beber Agus Pandu.

Layang-layang Tersangkut di Pesawat Pesawat Citilink Saat Akan Mendarat di Adisutjipto - Foto 2
Dok. Bandara Adisutjipto

Pasca peristiwa itu, tim teknis Citilink mengecek kondisi pesawat. Alhasil, tak ada kerusakan pada struktur maupun lapisan luar, sehingga pesawat masih dianggap laik terbang.

"Begitu bahayanya layang-layang apalagi jika ukurannya besar. Sangat berbahaya kalau menyangkut di propeler yang merupakan mesin penggerak supaya pesawat bisa terbang," ujarnya.

Dian Dwi Anisa

https://akurat.co

0 Komentar

Tinggalkan komentar

Untuk komentar, silahkan terlebih dahulu