Tech

Layanan Digital Meningkat, Menkominfo: Selama Pandemi Mencapai 21 Juta Orang

Perlindungan data pribadi untuk masyarakat


Layanan Digital Meningkat, Menkominfo: Selama Pandemi Mencapai 21 Juta Orang
Sesi webinar (Dok. IDC AMSI)

AKURAT.CO Indonesia Digital Conference (IDC) 2021 Asosiasi Media Siber Indonesia (AMSI) pada sesi webinar, "Era Baru Digital Advertising Pasca Regulasi Perlindungan Data," menghadirkan Menteri Komunikasi dan Informatika, Johnny G Plate sebagai pembicaranya. Dalam acara tersebut Johnny memaparkan bahwa pandemi Covid-19 membawa perubahan pada adopsi interaksi digital yang meningkat.

Dengan demikian, adanya regulasi perlindungan data pribadi menjadi sangat penting. "Tren digitalisasi turut mendorong periklanan di ruang digital. Peningkatan layanan digital selama pandemi mencapai 21 juta orang, sehingga pasar periklanan makin bergeliat di Indonesia," ujar Johnny, dilansir dari laman AMSI. 

Regulasi yang jelas dan komprehensif untuk perlindungan data pribadi bagi konsumen atau masyarakat Indonesia saat ini masih tahap rancangan. 

"Seiring berkembangnya teknologi, tengah disusun produk hukum yang komprehensif, payung hukum utama perlindungan data pribadi di Indonesia, yaitu RUU PDP," kata Johnny. 

Sejalan dengan hal tersebut, menurut Johnny, pemerintah akan membuka ruang kerjasama dengan stakeholder lain seperti akademisi, pelaku industri, masyarakat hingga media. Kolaborasi tersebut penting dilakukan supaya layanan digital di Indonesia semakin terkoneksi dan maju.

"Periklanan digital di masa depan perlu beradaptasi secara menyeluruh dan ada pendekatan baru ke masyarakat," tutur Johnny. 

Masih kesempatan yang sama, Ads Privacy Lead Google Asia Pacific, Mike Katayama yang juga menjadi pembicara menyebutkan, dirinya menyambut baik terkait kolaborasi antar stakeholder yang diutarakan Menkominfo. Menurut Mike, regulasi yang baik dipercaya dapat mendorong pertumbuhan layanan digital dan konsistensi bisnis.

Sejalan dengan itu, pelaku industri harus membaca teliti regulasi dan menjalankan bisnis dengan tetap menghargai privasi data.

"Akhirnya, kita bisa menemukan standar baru untuk perilaku, standar baru untuk teknologi. Tidak hanya digunakan untuk Google tapi untuk semuanya, sehingga sektor bisnis dan pemerintah dapat bekerja sama," ungkap Mike.