Ekonomi

Lawan Produk Impor, Sandiaga Desak Industri Mainan Berani Kembangkan IP Lokal

Saat ini industri mainan anak-anak di Indonesia masih didominasi merk dan IP dari luar negeri, baik dari sisi produksi maupun distribusi


Lawan Produk Impor, Sandiaga Desak Industri Mainan Berani Kembangkan IP Lokal
Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif, Sandiaga Uno dalam video yang diunggah di akun instagram miliknya pada Sabtu, (2/1/2021). (Instagram Sandiaga Uno)

AKURAT.CO, PT Royal Kreasi Cermerlang (RKC) mengakui saat ini industri mainan anak-anak di Indonesia masih didominasi merk dan IP dari luar negeri, baik dari sisi produksi maupun distribusi.

"Menjadi tugas kita para pelaku industri kreatif untuk terus berkreasi memunculkan produk dan karakter lokal yang dapat diminati dan dicintai pasar. Maka kami mengajak semua pihak yang berkepentingan untuk sama-sama mendukung produk mainan dalam negeri,” ujar CEO RKC Stephen Sutjiadi Senin (21/6/2021).

Lebih lanjut, ia mengatakan, saat ini industri mainan dalam negeri sedang merangkak naik, setelah sebelumnya di tahun 2020 mengalami penurunan penjualan yang signifikan hingga sekitar 20%. 

Penurunan tersebut disebabkan pengetatan aktivitas dan melemahnya daya beli masyarakat. Berdasarkan data Asosiasi Pengusaha Mainan Indonesia (APMI), akhir tahun lalu utilisasi industri mainan mulai mengalami peningkatan sekitar 5%. 

Stephen berpendapat, meningkatnya kembali utilisasi industri mainan merupakan kabar baik bagi para pelaku industri. RKC sendiri terus melakukan penelitian dan pengembangan untuk mempersiapkan persaingan yang akan semakin ketat seiring meningkatnya kembali permintaan pasar. 

Diantaranya pihaknya meluncurkan produk mainan action figure BIMA-S. Dengan peluncuran itu diharapkan dapat membangkitkan industri mainan dalam negeri yang tengah berjuang melawan pandemi, sekaligus langkah untuk mempersiapkan persaingan menghadapi mainan impor yang jumlahnya mulai kembali naik di tahun ini. Peluncuran action figure BIMA-S ini bertujuan untuk meningkatkan minat pasar dalam negeri terhadap mainan dan sosok super hero lokal. 

“Action figure BIMA-S yang mengusung IP lokal merupakan salah satu hasil dari inovasi dan pengembangan terbaru kami untuk menyambut pasar industri mainan yang mulai tumbuh dan mempersiapkan persaingan dengan mainan impor yang semakin ketat,” terangnya.

Sementara itu, Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif Sandiaga Uno yang hadir saat peluncuran BIMA-S, pada Rabu, 16 Maret 2021, di Jakarta, menyambut baik peluncuran mainan BIMA-S yang sebelumnya hanya dikenal sebagai tokoh dalam serial animasi. Menurutnya, pengembangan dari animasi menjadi action figure sangat sejalan dengan program pengembangan ekosistem ekonomi digital yang tengah dijalankan.

Ia mengatakan, action figure BIMA-S dapat menjadi inspirasi bagi pelaku industri mainan lainnya untuk mulai berani mengembangkan IP asli Indonesia. 

Prabawati Sriningrum

https://akurat.co