Olahraga

Lawan Pasangan Jepang, Faktor Non-Teknis Jadi Kelemahan Greysia/Apriyani


Lawan Pasangan Jepang, Faktor Non-Teknis Jadi Kelemahan Greysia/Apriyani
Pasangan ganda putri terbaik Indonesia, Greysia Polii/Apriyani Rahayu, saat berlatih di Pelatnas PBSI di Cipayung, Jakarta, Selasa (7/5). (AKURAT.CO/Dharma Wijayanto)

AKURAT.CO, Atlet bulutangkis pasangan ganda putri andalan Indonesia, Greysia Polii/Apriyani Rahayu, masih punya banyak pekerjaan rumah yang harus diperbaiki menjelang Piala Sudirman 2019 dan persiapan kualifikasi Olimpiade Tokyo 2020.

Dalam beberapa turnamen terakhir, pasangan yang saat ini menghuni tempat kelima di peringkat ganda putri dunia itu kerap kesulitan ketika menghadapi ganda-ganda putri Jepang.

Untuk persiapan kualifikasi Olimpiade Tokyo 2020 dan kejuaraan lain, Greysia/Apriyani harus sesegara mungkin membenahi performa mereka jika tidak ingin dihentikan lagi-lagi oleh gandaJepang.

Di kejuaraan Malaysia Master 2019 pada awal tahun ini, misalnya, Greysia/Apriyani harus takluk di final usai kalah dari pasangan Jepang, Yuki Fukushima/Sayaka Hirota.

Menurut Asisten Pelatih Ganda Putri, Chafidz Yusuf, kegagalan ganda putri Indonesia melewati hadangan ganda putri Jepang tak lepas dari faktor nonteknis. Chafidz menyebut, secara teknis ganda putri Indonesia sebenarnya mampu untuk melewati lawan mereka.

“Saya melihat problemnya lebih banyak di nonteknis. Kalau kita bicara teknik, kita berangkat dari kualitas serangan dan kualitas pola main. Dan itu, sebetulnya kita tidak kalah sama mereka, bisa dikatakan sekelas dan tidak beda jauh,” ujar Chafidz saat ditemui di Pelatnas PBSI, di Cipayung, Jakarta Timur, Selasa (7/5).

Chafidz mengatakan, permasalah non teknis ini meliputi konsentrasi, fokus pada pertandingan di lapangan, dan ketahanan fisik dalam beradu gim-gim panjang.

“Kalau Jepang lebih kuat di konsentrasinya, lebih kuat di fokusnya, lebih betah untuk beradu reli, dan mereka lebih fokus ke bola-bola safe. Sementara itu, pemain kita malah kebaliknya. Mereka kurang akurat, fokusnya kurang kuat, konsentrasinya kurang bagus, sehingga bola-bola gampang pun mati,” ujar Chafidz. 

Dia melanjutnya, kelemahan di nonteknis inilah jadi celah bagi ganda putri Jepang untuk mengalahkan ganda-ganda putri Indonesia.

“Jadi, mereka (Jepang) cenderung cari poin dengan menunggu kesalahan-kesalahan pada pemain-pemain kita tadi. Namun, kalau bicara masalah teknis, saya kira kita tidak kalah sama mereka. Terpenting save dan kita tidak tahan untuk adu reli seperti itu,” kata Chafidz.[]

Hervin Saputra

https://akurat.co