Ekonomi

Lawan Negara Tak Bersahabat, Putin Ngamuk Menggila dan Balas Dendam Dengan Ini!

Putin juga telah melisting negara-negara yang masuk ke dalam daftar "tidak bersahabat" sebagai bentuk perlawanan sanksi yang digelontorkan ke Rusia


Lawan Negara Tak Bersahabat, Putin Ngamuk Menggila dan Balas Dendam Dengan Ini!
Presiden Rusia Vladimir Putin dan Gubernur Bank Sentral Rusia Elvira Nabiullina (Sputnik)

AKURAT.CO, Presiden Rusia Vladimir Putin nampaknya mulai serius untuk membalas serangkaian sanksi yang telah diberikan kepada negaranya akibat serangan operasi khusus ke Ukraina beberapa bulan lalu. 

Vladimir Putin juga telah melisting negara-negara yang masuk ke dalam daftar "tidak bersahabat" sebagai bentuk perlawanan sanksi yang digelontorkan ke Rusia. Nantinya negara-negara yang masuk daftar tersebut tidak bisa mengakses dan melakukan pembayaran bahan bakar dari Rusia.

Dilansir dari Reuters pada Selasa (10/5/2022), saat ini Putin sudah memerintahkan para ahli membentuk tim kerja untuk merealisasikan balas dendamnya. Balasan yang dikeluarkan ialah dengan meminta seluruh negara tidak bersahabat untuk membayar pembelian bahan bakar dari Rusia dengan mata uang rubel Rusia.

baca juga:

Tim kerja yang dimaksud Vladimir Putin nantinya diminta untuk membuat infrastruktur atau aturan pembayaran internasional dengan mata uang rubel, dan dipimpin langsung oleh Penasihat Presiden Rusia, Maxim Oreshkin, dan Gubernur Bank Sentral Rusia Elvira Nabiullina. Langkah aturan pembayaran dengan rubel ini direncanakan untuk mengurangi risiko pembekuan hampir setengah dari cadangan devisa Rusia senilai US$640 miliar.

Tentu saja bukan balas dendam bila tidak ada yang dipersulit, Rusia memberikan berbagai syarat untuk bisa mengakses sumber energi, salah satunya ialah wajib untuk membuka rekening di bank swasta di Rusia, yaitu Gazprombank yang mana bank tersebut merupakan anak perusahaan dari Gazprom, BUMN gas asal Rusia.

Sehingga nantinya, dengan mereka yang membuka rekening di Gazprombank, nantinya pembayaran dapat dikonversi ke Rubel Rusia.

Setidaknya sudah ada dua negara yang terlibat dalam ketidakpatuhan 'syarat' yang diberikan oleh Rusia, diantaranya adalah Polandia dan Bulgaria. Kedua negara tersebut sangat bergantung dengan gas alam dari Rusia, namun karena tidak memenuhi persyaratan, Gazprom memberhentikan pengaliran gasnya.

Selain mengatur persayaratan untuk negara yang tidak bersahabat, Rusia juga mengatur persyaratan kepada negara yang masih bersahabat dengan Rusia, seperti India dan Tiongkok. Akan tetapi, masih ada aturan yang belum jelas dari Rusia mengenai tata cara pembayaran yang akan dilakukan.

Sebelumnya, untuk diketahui PGNiG (BUMN gas milik Polandia) menyatakan bahwa pasokan dari Gazprom melalui Ukraina dan Belarus akan dipotong. Akan tetapi Polandia berkilah bahwa cadangan gas yang dimilikinya masih termasuk aman dan sudah mencapai 76 persen.

Sumber: Reuters