Olahraga

Laurel Hubbard, Gagal Angkat Barbel namun Sukses Perjuangkan Prinsip Olimpiade

Terlahir sebagai laki-laki, Laurel Hubbard mulai berpindah kelamin pada 2013 dan menjadi atlet transgender pertama yang secara terbuka tampil di Olimpiade.


Laurel Hubbard, Gagal Angkat Barbel namun Sukses Perjuangkan Prinsip Olimpiade
Atlet angkat besi Selandia Baru, Laurel Hubbard, menjadi atlet transgender pertama yang bertanding di olimpiade pada Olimpiade Tokyo 2020. (REUTERS)

AKURAT.CO, Jauh sebelum Olimpiade Tokyo 2020 digulirkan sejak 23 Agustus silam, atlet angkat besi asal Selandia Baru, Laurel Hubbard, telah melewati “deraan kontroversi”. Ya, Hubbard menciptakan sejarah sebagai atlet transgender pertama yang secara terbuka tampil di olimpiade.

Turun di kelas 87+ kilogram putri di Tokyo International Forum, Tokyo, Jepang, Senin (2/8), Hubbard harus gagal melakukan seluruh angkatannya. Atlet berusia 43 tahun yang terlahir sebagai lelaki namun memutuskan menjadi wanita sejak 2013 tersebut mengaku tak berhasil dari sisi keolahragaan.

Pun demikian, Hubbard bersyukur bahwa akhirnya ia bisa bertanding di pesta olahraga terbesar di dunia tersebut. Menurutnya, semangat olimpiade semakin terwujud dengan memberikan jalan bagi kelompok LGBTQ tampil di Tokyo tahun ini.

“Menurut saya, mereka (penyelenggara Olimpiade Tokyo) meneguhkan kembali komitmen mereka terhadap prinsip-prinsip olimpianisme. Mereka menunjukkannya, menurut saya, bahwa olahraga adalah sesuatu yang bisa dilakukan oleh semua orang di seluruh dunia,” ucap Hubbard sebagaimana dipetik dari The Guardian.

“Saya tahu partisipasi saya di perhelatan sama sekali tidak lepas dari kontroversi. Tetapi mereka luar biasa. Mereka memberikan bantuan, dan saya bersyukur terhadap mereka. Terimakasih.”

Turun ke arena dengan berat badan 146,7 kilogram, Hubbard gagal mengangkat barbel seberat 120 kilogram dan 125 kilogram dalam tiga kali kesempatan. Ia menjadi satu-satunya lifter yang gagal mencetak angka dari total 14 atlet yang bertanding di nomor palin berat di kategori putri tersebut.

“Saya tahu dari sudut pandang olahraga, saya belum mencapai standar yang saya bebankan ke diri saya sendiri, dan barangkali standar yang diharapkan negara saya terhadap saya,” kata Hubbard.

“Tetapi, satu hal yang saya syukuri secara mendalam adalah pendukung di Selanda Baru yang telah memberikan saya cinta dan dorongan semangat yang besar.”

Lahir di Auckland, Selandia Baru, 9 Februari 1978, Hubbard pernah meraih medali perak pada Kejuaraan Dunia Angkat Besi 2017 di Anaheim, Amerika Serikat. Hubbard juga meraih emas kelas 87 kilogram di perhelatan multicabang olahraga negara-negara di Samudera Pasifik, Pacific Games, pada 2019.