Olahraga

Latihan Terbuka di Jeddah, Joshua Menuju Laga Paling Krusial?

Legenda tinju dunia, Evander Holyfield, mengunjungi latihan terbuka Anthony Joshua di Jeddah.

Latihan Terbuka di Jeddah, Joshua Menuju Laga Paling Krusial?
Petinju kelas berat asal Inggris, Anthony Joshua, bersama pelatihnya, Robert Garcia, dalam sesi latihan bebas di Jeddah, Arab Saudi, Senin (16/8). (TWITTER/Matchroom Boxing)

AKURAT.CO, Hanya beberapa hari saja menuju pertarungan perebutan empat gelar juara dunia tinju kelas berat, Oleksandr Usyk dan Anthony Joshua melakukan latihan terbuka di Jeddah, Arab Saudi, awal pekan ini. Dua petarung membawa nuansanya masing-masing ke sesi latihan di gurun Arab tersebut.

Usyk, yang bertindak sebagai juara bertahan dengan sabuk WBA, WBO, IBF, dan IBO naik ke ring dengan membawa simbol negaranya, Ukraina. Sejalan dengan perang di negerinya karena invasi Rusia yang masih berlangsung sampai saat ini sejak 24 Februari lalu, Usyk mengenakan kaos berwarna bendera Ukraina.

Kaos berwarna biru kuning tersebut bertuliskan Colors of Freedom (Warna Kemerdekaan). Selain itu, Usyk juga membawa bendera Ukraina dengan tulisan I Stand With (lambang Ukraina) bersama timnya.

baca juga:

Usyk akan membawa nuansa perang tersebut ke atas ring di mana kemenangannya akan memberikan dampak moral terhadap perjuangan Ukraina menghadapi Rusia. Di sisi lain, ia harus mempertahankan gelar setelah merebutnya dari Joshua pada pertarungan pertama di London, Inggris, September tahun lalu.

Adapun Joshua mendapatkan kunjungan istimewa dari petinju sesama Inggris, Derek Chisora, dan legenda dari Amerika Serikat, Evander Holyfield. Kehadiran Holyfield memperbesar nilai promosi pertarungan di mana sang legenda sudah berada di Jeddah untuk menyaksikan pertarungan Joshua kontra Usyk.

Bagi Joshua, pertarungan kali ini menjadi lebih tidak mudah dari pertarungan pertama mengingat Usyk datang dengan semangat yang melampaui pertarungan di atas ring. Joshua mesti konsisten untuk meredam suasana perang yang dibawa oleh Usyk untuk mengalahkannya.

Pada saat yang sama, pertarungan melawan Usyk bisa menjadi titik balik dalam karier Joshua. Juara Olimpiade London 2012 itu mesti menang untuk mempertahankan statusnya di sirkuit gelar juara dunia.

Yang paling jelas tentu saja adalah pertarungan impian menghadapi juara dunia kelas berat WBC, Tyson Fury. Jika Joshua kalah, maka petinju berusia 32 tahun tersebut diperkirakan sulit untuk kembali mendapatkan pertarungan gelar juara dunia.

 “Bakal sulit mendapatkan pertarungan untuk gelar juara dunia jika Joshua kalah lagi,” kata promotor yang menaungi Joshua, Eddie Hearn, sebagaimana dipetik dari BBC.[]