Ekonomi

Laris Manis Saat Pandemi, Curhat Petani Milenial Kewalahan Siapkan Permintaan Jamur 200 Kg Sehari

Permintaan pasar yang melonjak, pasalnya membuat para petani milenial mulai melek terhadap bisnis budidaya jamur


Laris Manis Saat Pandemi, Curhat Petani Milenial Kewalahan Siapkan Permintaan Jamur 200 Kg Sehari
Ilustrasi budidaya jamur (PETER DEJONG/ASSOCIATED PRESS)

AKURAT.CO Permintaan pasar yang melonjak, pasalnya membuat para petani milenial mulai melek terhadap bisnis budidaya jamur. Hal ini dipengaruhi oleh tren perubahan pola konsumsi masyarakat terhadap jamur di era pandemi Covid-19.

Dirjen Hortikultura Prihasto Setyanto agar komoditas Hortikultura digenjot habis-habisan, menuturkan bahwa tingkat konsumsi jamur Indonesia meningkat di tengah pandemi Covid-19 ini.

"Banyak sekarang anak-anak muda yang melek dengan bisnis budidaya jamur. Ini permintaan pasar banyak, karena jamur itu mengandung unsur protein yang tinggi. Jadi memang sangat pas menjadi menu konsumsi untuk meningkatkan asupan gizi ditengah pandemi Covid-19 ini", terangnya lewat keterangan tertulisnya, Kamis (24/6/2021).

Peningkatan permintaan pasar komoditas hortikultura yang satu ini di masa pandemi (jamur.red) juga di aminkan oleh petani jamur milenial asal Bantul-Yogyakarta Listya Minarti. Lulusan Ilmu Biologi Universitas Negeri Yogyakarta (UNY) ini mengaku jika akhir-akhir ini kewalahan menghadapi permintaan konsumen jamur.

" Permintaannya itu sampai 200 kg sehari, sementara saya hanya mampu nyiapin sekitar 90 kg, memang banyak banget permintaannya. Makanya saya berencana kedepannya nanti akan mengedukasi ibu-ibu rumah tangga untuk budidaya jamur di rumah yang bisa panen setiap saat. Semoga Kementan bisa membantu membangun rak jamur dari baja ringan", harap Tya sapaannya.

Senada dengan Dirjen Hortikultura, Direktur Sayuran dan Tanaman Obat Kementan Tommy Nugraha mengapresiasi petani muda yang melirik budidaya jamur. Tommy tak menampik jika trend bisnis budidaya jamur ini akan semakin di gemari anak-anak milenial, apalagi potensi ekspornya cukup bagus.

"Pokoknya saya jempol dua kalau ada anak muda yang memilih bisnis budidaya jamur, ini baru namanya out of the box, karena saya yakin sekali ini potensi pasarnya sangat bagus", ujar Tommy.

Jamur kini ditempatkan sebagai salah satu pangan alternatif yang digemari, tak ayal jika di kota-kota besar seperti Jakarta, Surabaya, Bandung, Jogja dan Makassar menjamur restoran berbahan baku jamur. Jamur ini juga banyak diolah menjadi berbagai varian masakan aneka jamur, keripik jamur, dan lain-lain.[]

Prabawati Sriningrum

https://akurat.co