Lifestyle

Lari dan Lompat Tali, Mana yang Lebih Efektif Bakar lemak?

Lari dan skipping sama-sama efektif membakar kalori dan lemak dalam tubuh


Lari dan Lompat Tali, Mana yang Lebih Efektif Bakar lemak?
Ilustrasi Olahraga Lari Saat Sore Hari (ISTIMEWA)

AKURAT.CO, Lari maupun skipping adalah bentuk latihan sederhana yang dapat dilakukan oleh hampir semua orang. Pasalnya, kedua jenis olahraga ini tidak membutuhkan biaya besar dan sedikit peralatan.

Selain itu, lari dan skipping juga sama-sama efektif mengurangi persentase lemak tubuh dan membakar sejumlah besar kalori dalam waktu singkat. Pertanyaannya, mana yang lebih baik? atau apakah kamu harus fokus pada salah satunya atau mungkin keduanya?.

Berikut AKURAT.CO uraikan penjelasannya, menurut Manik Dhodi, Fitness Coach and Athlete.

Kalori yang terbakar

Berlari telah menjadi metode paling populer untuk membakar kalori dan membakar lemak tubuh. Namun, skipping pun bisa melakukan hal yang sama. Bahkan sejumlah ahli menyebut skipping dinilai lebih efektif dibandingkan lari dalam membakar kalori.

Pada sebuah penelitian, para ilmuwan menemukan bahwa skipping membantu meningkatkan Body Mass Index (BMI) atau Indeks Massa Tubuh.

Melakukan skipping selama 10 menit dianggap setara dengan berlari 8 menit dan dapat membakar hampir 1.200 kalori dalam satu jam. Skipping efektif untuk menurunkan berat badan yang diinginkan. Skipping selama 30 menit dapat membakar 300 kalori.

Daya tahan 

Kedua latihan tersebut terbukti meningkatkan daya tahan kardiovaskular. Ada korelasi antara kecepatan skipping dan lari sprint. Dengan demikian, kemampuan untuk melakukan double-under mungkin berkorelasi dengan peningkatan kemampuan berlari mengingat sifat latihan yang anaerobik.

Otot yang digunakan

Lari dan skipping melibatkan penggunaan otot-otot ekstremitas bawah untuk propulsi, sementara otot inti kamu memberikan stabilisasi  tubuh. Ekstremitas sering disebut anggota gerak yakni perpanjangan dari anggota tubuh utama.

Berlari membutuhkan peningkatan penggunaan ekstensor pinggul melalui rentan gerak yang lebih besar untuk propulsi. Namun, skipping satu kaki bergantian membutuhkan peningkatan penggunaan yang sama untuk menjaga panggul kamu tetap stabil.

Skipping juga melibatkan resistensi untuk mengontrol tali, yang melibatkan pegangan bahu, bisep, trisep, dan fleksor lengan bawah kamu.

Pada saat yang sama, berlari melibatkan resistensi minimal tetapi kontraksi berulang dari deltoid  dan fleksi bisep yang berkelanjutan untuk mengimbangi gerakan kaki kamu.

Aerobik atau Anaerobik

Kedua latihan ini dapat dikategorikan sebagai latihan aerobik untuk meningkatkan daya tahan dengan mempertahankan kecepatan tetap dalam durasi yang lebih lama.

Bagaimana cara memilih?

Memilih latihan yang menurut kamu lebih menarik dan dapat kamu lakukan secara teratur adalah faktor terpenting. Kamu selalu dapat mengganti kedua aktivitas tersebut sebagai pilihan yang sangat baik untuk memberikan variasi pada rutinitas olahraga kamu.

Jika tujuan kamu adalah menjadi pelari, maka lari adalah pilihan terbaik untuk kamu. Skipping masih bisa menjadi alternatif olahraga yang dilakukan di sela-sela lari untuk mengubah pola aktivasi otot.

Namun, apabila kamu tidak punya banyak waktu untuk berolahraga, maka skipping adalah pilihan yang tepat. Kedua aktivitas ini melibatkan peningkatan gaya reaksi tanah dibandingkan dengan aktivitas seperti berjalan kaki, bersepeda, atau berenang.

Oleh karena itu, kedua aktivitas tersebut mungkin sulit dilakukan oleh orang dengan cedera punggung atau punggung bawah, lutut, pergelangan kaki, atau pinggul.[]

Riandar Fata Hudaya

https://akurat.co