Olahraga

Larangan Tampil di AS Buat Djokovic Semakin ingin Menangkan Wimbledon

Selain itu, kemungkin ini akan menjadi gelaran Grand Slam terakhir Djokovic di tahun ini.


Larangan Tampil di AS Buat Djokovic Semakin ingin Menangkan Wimbledon
Petenis Serbia Novak Djokovic meraih gelar kelimanya di Wimbledon usai mengalahkan Roger Federer di partai final, di All England Club, Minggu (14/7/2019). (REUTERS/Toby Melville)

AKURAT.CO, Novak Djokovic menyebut bahwa dirinya semakin termotivasi untuk merebut gelar Wimbledon keempat berturut-turut karena itu bisa menjadi penampilan Grand Slam terakhirnya di tahun ini.

Petenis asal Serbia itu absen di Australia Terbuka 2022 setelah dideportasi karena tidak divaksinasi Covid-19, dan kemungkinan tidak akan diizinkan bertanding di AS Terbuka tahun ini karena alasan yang sama.

Hal tersebut sangat mempengaruhi harapan Djokovic untuk memenangkan gelar Grand Slam terbanyak, di mana saat ini dimiliki oleh Rafael Nadal yang memegang rekor 22 gelar, berbanding 20 gelar dari koleksi Djokovic.

baca juga:

Dengan Australia yang memberlakukan kriteria masuk yang ketat, kemungkinan besar Wimbledon bisa menjadi acara Grand Slam terakhir Djokovic hingga Prancis Terbuka tahun depan.

"Mulai hari ini saya tidak diizinkan memasuki Amerika Serikat dalam keadaan seperti ini (belum divaksin). Saya sadar akan hal itu. Itu adalah motivasi tambahan untuk melakukan yang terbaik di sini," kata Djokovic dikutip Reuters.

"Mudah-mudahan saya bisa menjalani turnamen dengan baik, seperti yang saya lakukan dalam tiga edisi terakhir. Kemudian saya hanya harus menunggu dan melihat. Saya akan dengan senang hati pergi ke AS. Tapi mulai hari ini, itu tidak mungkin."

Jika Djokovic mampu mempertahankan gelar, dia akan menjadi petenis keempat di era modern yang berhasil memenangkan empat mahkota Wimbledon berturut-turut.

Capaian tersebut juga akan mengantarkannya sejajar dengan Pete Sampras dengan koleksi tujuh gelar Wimbledon, dan hanya terpaut satu gelar di belakang pemegang rekor Roger Federer.

"Saya akan senang berada dalam posisi untuk memperebutkan trofi lainnya. Pertandingan tenis pertama yang pernah saya lihat di TV adalah saat Pete Sampras memenangkan Wimbledon pertamanya," kata Djokovic.

"Jadi tentu saja ada banyak hubungan dengan turnamen ini. Pete sudah tujuh kali juara. Mudah-mudahan, ya, saya bisa melakukan hal yang sama tahun ini."

Namun, jikapun Djokovic menang, dia akan kehilangan 2 ribu poin peringkat yang dipertahankannya dari tahun lalu, menyusul keputusan ATP dan WTA untuk menghapus poin turnamen terkait larangan partisipasi bagi pemain Rusia dan Belarusia.

Walau menghormati sikap yang diambil Wimbledon, Djokovic mengatakan bahwa dia merasa tidak adil jika para pemain Rusia, termasuk petenis nomor satu dunia, Daniil Medvedev tidak bisa berlaga di kejuaraan lapangan rumput utama.

"Sangat sulit untuk mengatakan apa yang benar dan apa yang salah," jelas petenis 35 tahun tersebut.

"Tapi dalam hati saya sebagai seorang atlet, menempatkan diri saya pada posisi di mana seseorang akan melarang saya bermain karena keadaan ini, ketika saya tidak berkontribusi untuk itu. Menurut saya itu tidak adil."[]