News

Larangan Mudik Lebaran 2021, Ini Alasan yang Dilontarkan Presiden Jokowi

Presiden Joko Widodo (Jokowi) memberikan penjelasan mengenai larangan mudik Lebaran 2021.


Larangan Mudik Lebaran 2021, Ini Alasan yang Dilontarkan Presiden Jokowi
Presiden Joko Widodo menghadiri sidang paripurna penyampaian Pengantar/Keterangan Pemerintah atas RUU Tentang APBN Tahun Anggaran 2021 beserta Nota Keuangan di Gedung Kura-kura, Kompleks Parlemen MPR/DPR-DPD, Senayan, Jakarta, Jumat (14/8/2020). Dalam pidatonya, Jokowi menyampaikan penanganan COVID-19 dan dampaknya terhadap ekonomi Indonesia. (AKURAT.CO/Sopian)

AKURAT.CO, Presiden Joko Widodo (Jokowi) memberikan penjelasan mengenai larangan mudik Lebaran 2021. Ia tegaskan larangan mudik ini berlaku bagi seluruh masyarakat Indonesia untuk mencegah meluasnya penyebaran virus corona atau Covid-19.

Kata dia, penyebaran virus corona masih terjadi hingga Ramadan tahun ini. Oleh karenanya, sejak jauh-jauh hari pemerintah telah memutuskan melarang mudik Lebaran.

"Keputusan larangan mudik diambil melalui berbagai macam pertimbangan, utamanya karena kenaikan kasus Covid-19 pasca libur panjang," kata Jokowi seperti dikutip AKURAT.CO dari video yang diunggah tayangan YouTube Sekretariat Presiden, Jumat (16/4/2021).

Tercatat, saat libur Idul Fitri 2020 kasus harian Covid-19 naik mencapai 93 persen dan tingkat kematian mingguan mencapai 66 persen. Meningkatnya kasus Covid-19 juga terjadi saat libur panjang 20-23 Agustus 2020.

"Di mana mengakibatkan kenaikan kasus mencapai 119 persen dan kematian mingguan melonjak 57 persen," ujarnya.

Lalu, saat libur panjang 28 Oktober-1 November 2020 menyebabkan kasus meningkat hingga 95 persen. Sementara kematian mingguan mencapai 75 persen.

"Yang keempat, terjadi kenaikan saat libur di akhir tahun 24 Desember 2020 sampai dengan 3 Januari 2021, mengakibatkan kenaikan jumlah kasus harian mencapai 78 persen dan kenaikan tingkat kematian mingguan hingga 46 persen," paparnya.

Kata dia, pada 5 Februari 2021 kasus aktif mencapai 176.672. Angka ini melandai hingga 108.032 kasus pada 15 April 2021.

"Penambahan kasus harian juga sudah relatif menurun. Kita pernah mengalami (pada Januari 2021) 14.000-15.000 kasus per hari, tapi kini berada di kisaran 4.000-6.000 kasus per hari," katanya.

Arief Munandar

https://akurat.co

0 Komentar

Tinggalkan komentar

Untuk komentar, silahkan terlebih dahulu