News

Larangan Mudik Harus Dibarengi Kesadaran Masyarakat

Kasus Covid-19 naik signifikan pada saat dan setelah Idul Fitri 2021 padahal pemerintah menerapkan aturan larangan mudik


Larangan Mudik Harus Dibarengi Kesadaran Masyarakat
Ilustrasi: Sejumlah kendaraan terjebak kemacetan saat jam pulang kerja di Jalan Jenderal Sudirman, Jakarta, Kamis (4/11/2021). (AKURAT.CO/Dharma Wijayanto)

AKURAT.CO - Anggota Komisi IX DPR RI, Rahmad Handoyo meminta semua komponen bangsa baik pemerintah maupun masyarakat untuk membangkitkan kesadaran masyarakat agar tidak mudik pada libur Natal dan tahun baru (Nataru).

"Keputusan larangan mudik itu sudah baik. Keputusan itu merupakan bentuk perlindungan negara terhadap masyarakat. Tapi saya harus sampaikan, aturan tersebut tidak akan cukup jika tidak disertai dengan kesadaran dan kepatuhan masyarakat untuk tidak mudik," kata Rahmad Handoyo kepada wartawan, di Jakarta, Jumat (26/11/2021).

Politikus PDIP ini mengingatkan kembali terkait kenaikan kasus penularan Covid-19 yang signifikan pada saat dan seusai Idul Fitri 2021 lalu. Kala itu, kata Rahmad, pemerintah sudah menerapkan aturan larangan mudik. Akan tetapi kenyataannya masih banyak masyarakat saat itu yang tidak peduli dan nekat pulang ke kampung halaman.

"Nah, masyarakat perlu kita ingatkan agar  berkaca pada  situasi usai lebaran pada bulan Juli lalu, dimana ribuan orang yang meninggal setiap hari, ruma sakit pun nyaris lumpuh. Tentu kita tidak mau kejadian memilukan usai lebaran lalu terulang ditahun baru nanti. Karena itu kesadaran untuk tidak mudik dihari libur natura ini harus terus disosialisasikan dan digelorakan," katanya.

Lebih jauh, Rahmad mengatakan, untuk menghadapi ancaman virus corona, termasuk menghalau kemungkinan masuknya gelombang ketiga diperlukan sinergi antar semua komponen bangsa. Pemerintah dengan seperangkat aturan, termasuk kerjasama TNI Polri tidak akan sanggup mengawasi kalau memang kesadaran masyarakat untuk tidak mudik belum tumbuh.

"Artinya, kita bisa mengendalikan Covid-19 dan mengubah pandemi jadi endemi jika semua elemen bangsa, termask masyarakat bergerak bersama. Lagi pula, kita semua kan ingin selamat? Ya kita semua, pemerintah, masyarakat harus berjuang bersama. Lagi pula, kalau bukan kita yang memperjuangkan keselamatan kita, ya siapa lagi?" katanya.

Menurut Rahmad, untuk menumbuhkan kesadaran masyarakat, semua komponen bangsa harus bergerak bersama menggelorakan semangat untuk tidak mudik demi keselamatan bersama. Tokoh-tokoh adat, tokoh agama, politikus, para cendikiawan, pemuka masyarakat untuk saling mengingatkan masyarakat adanya ancaman virus corona.

"Sekali lagi, semua aturan yang dibuat tidak akan cukup kalau keinginan niat untuk mudik tinggi. Jadi saya kira yang paling penting. Artinya Indonesia bisa terhindar dari gelombang ketiga Covid-19 jika kesadaran masyarakat untuk tidak mudik sudah ada," katanya.

Sebelunnya, pemerintah melalui Instruksi Menteri Dalam Negeri (Inmendagri) Nomor 62 Tahun 2021 tentang Pencegahan dan Penanggulangan Corona Virus Disease 2019 pada Saat Natal Tahun 2021 dan Tahun Baru Tahun 2022. Dalam Inmendagri terbaru itu pemerintah melarang masyarakat untuk mudik dan cuti saat libur Natal dan Tahun Baru.[]