Rahmah

Larangan Menyakiti Anjing dalam Islam

Anjing merupakan makhluk Allah.

Larangan Menyakiti Anjing dalam Islam
Salah satu Anjng si Indonesia (RSPCA/SWNS)

AKURAT.CO Anjing merupakan salah satu binatang yang Allah ciptakan. Meskipun dalam pandangan agama Islam fisik anjijg dianggap najis, namun secara akhlak, umat Islam dilarang menyakiti anjing.

Memang, pada mulanya orang-orang selalu benci dengan anjing. Hal itu tidak lain berawal dari adanya doktrin agama yang terus menggelora dalam pemikirannya.

Pandangan anti anjing ini sekilas memang memiliki dukungan dari hadits Nabi SAW yang diriwayatkan oleh Ibnu Umar:

baca juga:

أن رسول الله صلى الله عليه وسلم أمر بقتل الكلاب إلا كلب صيد أو كلب غنم أو كلب ماشية

Artinya: "Rasulullah SAW memerintahkan untuk membunuh anjing kecuali anjing pemburu, anjing penjaga gembala dan penjaga ternak."

Jika memahami penggalan hadis di atas secara sekilas, kita dibolehkan untuk membunuh anjing. Tanpa melihat apakah itu anjing yang bahaya atau tidak. Padahal jika memahami hakikat makna hadis di atas secara lengkap maka kita tak boleh menganiaya anjing dengan mudahnya tanpa pertimbangan apapun.

Pendapat demikian juga didukung oleh Imam al-Harmain (Abu Ma’ali al-Juwaini) yang menuturkan dalam karyanya Nihayatul Mathlab fi Dirayatil Madzhab, beliau berkata:

والكلب الذي لا منفعة له، ولا ضرار منه لا يجوز قتله. وقد ذكرنا طرفاً من ذلك مقنعاً في باب الصيود من المناسِك عند ذكرنا الفواسق، وقد صح أن النبي صلى الله عليه وسلم أمر بقتل الكلاب مرة، ثم صح أنه نهى عن قتلها، واستقر عليه على التفصيل الذي ذكرناه. وأمر بقتل الكلب الأسود البهيم. وهذا كان في الابتداء، وهو الآن منسوخ

Artinya: “Anjing yang tidak bisa dimanfaatkan dan tidak pula membahayakan, tidak boleh dibunuh. Kami telah menjelaskan permasalahan ini dalam pembahasan “Perburuan Pada Waktu Manasik” ketika menyinggung hewan-hewan fasik (berbahaya). Memang ada riwayat sahih yang menyatakan Nabi SAW memerintah membunuh anjing dan kemudian pada satu riwayat dikatakan Nabi SAW melarangnya. Penjelasan rinci masalah ini sudah kami jelaskan. Sesungguhnya perintah Nabi untuk membunuh anjing hitam itu sudah di-nasakh (dihapus).”

Dari keterangan di atas cukup jelas, bahwa meskipun anjing itu najis, bukan berarti boleh disakiti, apalagi dibunuh tanpa alasan apapun. Ia sama-sama merupakan makhluk Allah, yang harus sama-sama dijaga.

Membunuh atau menyakiti anjing sama halnya dengan menyakiti makhluk Allah. Menyakiti makhluk Allah sama saja dengan menyakiti Pencipta-Nya. Meski anjing masuk dalam kategori binatang yang najis, kita harus proporsional dalam memperlakukannya.

Wallahu A'lam.[]