Rahmah

Larangan Ekstremisme dalam Islam

Tindakan ini bertentangan dengan prinsip utama semua agama


Larangan Ekstremisme dalam Islam
Ilustrasi Terorisme (AKURAT.CO)

AKURAT.CO, Ekstremisme adalah istilah yang cukup masyhur didengar beberapa waktu ini. Namun ada sebagian orang yang mungkin belum mengetahui makna dari istilah ini. Memahami maksud istilah ini penting agar tidak terjebak kepada tindakan yang ebrbahaya bagi agama dan negara ini.

Istilah ekstremisme sering kali dikaitkan dengan pandangan politik dan agama. Sering kali paham atau ideologi ini melampaui batas kebiasaan dalam membela atau menuntut sesuatu. Ekstremisme ini identik juga dengan adanya kekerasan.

Menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI), ekstremisme adalah keadaan atau tindakan menganut paham ekstrem berdasarkan pandangan agama, politik, dan sebagainya. Keadaan ini sangat berbahaya bagi keutuhan sebuah bangsa dan tentu saja merugikan agama.

baca juga:

Umat Islam sendiri ditakdirkan oleh Allah SWT sebagai umat yang moderat (tengah-tengah), tidak ekstrim kiri dan tidak juga ekstim kanan. Allah SWT berfirman dalam salah satu ayat Al-Qur’an, sebagai berikut:

وَكَذَلِكَ جَعَلْنَاكُمْ أُمَّةً وَسَطًا (البقرة: ١٤٣)

Artinya: “Dan demikian pula Kami telah menjadikan kalian (umat Islam) sebagai “umat pertengahan” (QS al Baqarah: 143). 

Imam an Nasafi dalam Madarik at-Tanzil wa Haqa'iq at-Ta'wil menjelaskan maksud dari ‘wasatan’ yang disebut dalam ayat tersebut di atas, sebagai berikut:

 جَعَلْنَاكُمْ أُمَّةً وَسَطًا بَيْنَ الْغُلُوِّ وَالتَّقْصِيْرِ فَإِنَّكُمْ لَمْ تَغْلُوْا غُلُوَّ النَّصَارَى حَيْثُ وَصَفُوا الْمَسِيْحَ بِالْأُلُوْهِيَّةِ وَلَمْ تُقَصِّرُوْا تَقْصِيْرَ الْيَهُوْدِ حَيْثُ وَصَفُوْا مَرْيَمَ بِالزِّنَا وَعِيْسَى بِأَنَّهُ وَلَدُ الزِّنَا  

Artinya: "Kami (Allah) telah menjadikan kalian umat pertengahan antara sikap melampaui batas, dan sikap teledor dan meremehkan. Sesungguhnya kalian wahai umat Muhammad tidaklah melampaui batas seperti sikap kaum Nasrani yang menyifati ‘Isa dengan sifat ketuhanan, dan tidak pula bersikap merendahkan seperti sikap kaum Yahudi yang menuduh Maryam sebagai pelaku zina dan ‘Isa sebagai anak zina.”

Ayat di atas jika dipahami esensinya tujuannya adalah menolak tindakan ekstremisme. Bahwa, Islam telah menjadikan umat yang pertengahan, tidak melampaui batas, namun tidak teledor dana tau meremehkan ajaran agama.

Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda: