Ekonomi

Larangan Ekspor Sawit Dicabut, Apkasindo : Terima Kasih Pak Jokowi

Gulat menuturkan pelarangan ekspor CPO merupakan masa sulit dan berat selama 28 hari. Akibatnya anjlok harga TBS  Petani sampai 70%.


Larangan Ekspor Sawit Dicabut, Apkasindo : Terima Kasih Pak Jokowi
Minyak Kelapa Sawit merupakan salah satu komoditi yang menyebabkan pertumbuhan positif pada produksi Industri Manufaktur Besar dan Sedang di Papua (AKURAT.CO/Sudjarwo)

AKURAT.CO Presiden Joko Widodo (Jokowi) akhirnya mencabut larangan ekspor CPO dan minyak goreng mulai Senin 23 Mei 2022. 

Hal ini didasarkan atas kondisi pasokan serta harga minyak goreng yang telah memenuhi kebutuhan masyarakat. Selain itu mempertimbangkan adanya 17 juta orang di tenaga di industri, baik petani, pekerja dan juga tenaga pendukung lainnya.

Menanggapi hal tersebut petani yang tergabung dalam Asosiasi Petani Kelapa Sawit Indonesia (APKASINDO) mengucapkan terima kasih kepada Presiden Jokowi.

baca juga:

"Terimakasih dan salam hormat kami petani sawit Indonesia kepada pak Jokowi," kata ketua DPP APKASINDO Gulat Manurung lewat keterangan tertulisnya, Jumat (20/5/2022).

Gulat menuturkan pelarangan ekspor CPO merupakan masa sulit dan berat selama 28 hari. Akibatnya anjlok harga TBS  Petani sampai 70%.

Ia mengatakan Sawit adalah sumber nafkah sekaligus harapan dan masa depan ekonomi Indonesia, sawit juga telah menjadikan Indonesia disegani dunia.

Gulat mengatakan  sepakat MGS (minyak goreng sawit) harus tersedia dan terjangkau di masyarakat.

"kami Petani Sawit sangat terhormat diberi kesempatan untuk mewujudkan harapan Presiden tersebut," katanya.

Petani sawit menyebut  Presiden mengambil keputusan yang tidak populer  tentu sudah sangat-sangat mempertimbangkannya dari semua aspek dan terukur. 

Oleh karena itu Gulat mengatakan hal tersebut menjadi intropeksi diri Sawit Indonesia dan menjadikan pelajaran hebat untuk naik kelas tata kelola sawit Indonesia dari aspek ekonomi, sosial, dan ekologi, terkhusus naik kelasnya Petani sawit.[]