Olahraga

Laporkan Sanksi WADA ke Jokowi, Okto Temui Lembaga Internasional Besok

Sanksi pertama WADA yang sudah terjadi adalah tidak berkibarnya Merah Putih di Piala Thomas lalu.


Laporkan Sanksi WADA ke Jokowi, Okto Temui Lembaga Internasional Besok
Ketua Umum Komite Olimpiade Indonesia (KOI), Raja Sapta Oktohari (NOC INDONESIA)

AKURAT.CO, Ketua Umum Komite Olimpiade Indonesia (KOI), Raja Sapta Oktohari, menyempatkan untuk melaporkan perkembangan sanksi Agensi Anti-Doping Dunia (WADA) kepada Presiden Joko Widodo yang sedang menghadiri pertemuan G-20 di Roma, Italia.

"Saya melaporkan kepada presiden bahwa saat ini kami memiliki komunikasi intensif, baik dengan WADA, RADO (Badan Anti-Doping Regional) Asia, serta JADA (Badan Anti-Doping Jepang) yang akan mendampingi LADI," kata Okto-sapaan Oktohari-sebagaimana dipetik dari Antara, Senin (1/11).

"Respons dari Rheza Maulana (Wakil Ketua LADI) juga cepat menyelesaikan pending matters."

baca juga:

Okto ditunjuk sebagai Ketua Satuan Tugas Percepatan Pembebasan Sanksi WADA selepas masalah ini menjadi perhatian publik karena ketiadaan bendera Merah-Putih ketika Indonesia menjuarai Piala Thomas 2020, Oktober lalu. 

Okto juga sudah bertemu dengan Presiden WADA, Witold Banka, dalam Rapat Umum Asosiasi Komite Olimpiade Nasional (ANOC) di Crete, Yunani, akhir pekan lalu.

"Kami ingin memastikan fairness (keadilan) bagi semua sehingga kami akan memberikan gambaran utuh dan menjelaskan situasinya kepada WADA. Kami melihat ada celah untuk mendapatkan titik temu permasalahan ini,” katanya.

Selanjutnya, Okto akan melakukan pertemuan dengan WADA, RADO, JADA, dan LADI pada Selasa (2/11). Saat ini, ia juga masih berada di Eropa untuk berkomunikasi dengan Komite Olimpiade Internasional (IOC) dan ANOC.

WADA menjatuhkan sanksi untuk Indonesia karena tidak memenuhi sejumlah kewajiban pada September lalu. Satgas menemukan 24 pending matters (kewajiban yang belum diselesaikan) di mana beberapa di antaranya adalah tunggakan biaya laboratorium uji sampel di Qatar.

WADA menjatuhkan sanksi larangan bagi Indonesia untuk menggunakan atribut kenegaraan di seluruh perhelatan olahraga internasional setahun ke depan. Sanksi pertama yang sudah terjadi adalah tidak berkibarnya Merah Putih di Piala Thomas lalu.

Adapun Indonesia punya banyak agenda internasional setahun ke depan. Di tahun ini saja akan ada tiga turnamen bulutangkis level elite di Bali dan WSBK di Mandalika.

Tahun depan akan ada MotoGP juga di Mandalika, SEA Games Vietnam, Asian Games di China, dan Piala Thomas kembali digelar di Thailand.[]