News

Laporan Partai Republik AS Nyatakan Virus Corona Berasal dari Kebocoran Laboratorium China

Institut Virologi Wuhan menutup-nutupi adanya permintaan pada Juli 2019 untuk perbaikan sistem pengolahan limbah berbahaya senilai Rp21 miliar.


Laporan Partai Republik AS Nyatakan Virus Corona Berasal dari Kebocoran Laboratorium China
Institut Virologi Wuhan dinyatakan sebagai sumber penyebaran virus corona dalam laporan Partai Republik AS. (Global Times)

AKURAT.CO, Banyak bukti menunjukkan virus penyebab pandemi COVID-19 bocor dari fasilitas penelitian China, menurut laporan Partai Republik Amerika Serikat (AS) yang dirilis pada Senin (2/8). Sementara itu, penyelidikan oleh badan intelijen AS belum menemukan kesimpulan.

Dilansir dari Reuters, laporan itu menyebut ada banyak bukti yang mengungkapkan bahwa para ilmuwan Institut Virologi Wuhan (WIV) bekerja untuk memodifikasi virus corona untuk menginfeksi manusia. Manipulasi semacam itu pun bisa saja disembunyikan.

Laporan oleh staf panel Partai Republik ini dirilis oleh anggota parlemen Mike McCaul, pentolan Partai Republik di Komite Urusan Luar Negeri DPR. Ia pun mendesak penyelidikan bipartisan tentang asal-usul pandemi virus corona COVID-19 yang telah menewaskan 4,4 juta orang di seluruh dunia.

Di sisi lain, China menyangkal bocornya virus corona yang dimodifikasi secara genetik dari fasilitas di Wuhan, tempat kasus COVID-19 pertama kali terdeteksi pada 2019. Beijing juga membantah tuduhan menutup-nutupi.

Sementara itu, pakar lain menduga pandemi itu disebabkan oleh virus hewan yang kemungkinan ditularkan ke manusia di pasar makanan laut dekat WIV.

"Kami sekarang yakin sudah waktunya untuk benar-benar mengabaikan pasar basah sebagai sumbernya. Kami juga yakin banyak bukti yang membuktikan bahwa virus memang bocor dari WIV dan itu terjadi sebelum 12 September 2019," bunyi laporan tersebut.

Menurut laporan itu, ada informasi baru dan informasi yang tak dilaporkan tentang protokol keselamatan di laboratorium, termasuk permintaan pada Juli 2019 untuk perbaikan sistem pengolahan limbah berbahaya senilai USD 1,5 juta (Rp21 miliar) untuk fasilitas tersebut. Padahal, fasilitas itu baru berusia kurang dari 2 tahun.

Di sisi lain, pada bulan April, badan intelijen AS mengatakan setuju dengan konsensus ilmiah bahwa virus tersebut bukan buatan manusia atau dimodifikasi secara genetik.

Presiden AS Joe Biden pun memerintahkan badan-badan intelijen AS pada bulan Mei untuk mempercepat penyelidikan mereka tentang asal-usul virus dan melaporkannya kembali dalam 90 hari. Menurut seorang sumber yang mengetahui penilaian intelijen saat ini, komunitas intelijen AS belum mencapai kesimpulan apakah virus corona berasal dari hewan atau WIV. []