News

Laporan Era Trump Benarkan COVID-19 dari Kebocoran Laboratorium Wuhan, Menlu AS Meragukannya

Metodologi penelitian itu serta kualitas analisisnya memprihatinkan, dan buktinya dibengkokkan agar sesuai dengan narasi yang dibentuk sebelumnya


Laporan Era Trump Benarkan COVID-19 dari Kebocoran Laboratorium Wuhan, Menlu AS Meragukannya
Institut Virologi Wuhan, China. (Foto: South China Morning Post)

AKURAT.CO, Menteri Luar Negeri Amerika Serikat (AS) Antony Blinken pada Selasa (8/6) meragukan metodologi laporan tentang asal-usul COVID-19. Dikutip dari Wall Street Journal (WSJ), dalam laporan itu, disimpulkan bahwa hipotesis tentang kebocoran virus dari laboratorium China masuk akal.

"Saya melihat laporannya. Saya pikir itu agak tidak benar," komentarnya, dilansir dari Reuters.

Artikel WSJ pada Senin (7/6) mengutip pernyataan orang-orang yang mengetahui laporan rahasia oleh laboratorium nasional pemerintah AS. Mereka mengatakan bahwa laporan itu menyimpulkan hipotesis kebocoran virus corona dari laboratorium China di Wuhan masuk akal dan layak diselidiki lebih lanjut.

Menurut laporan itu, penelitian tersebut disiapkan pada Mei 2020 oleh Laboratorium Nasional Lawrence Livermore dan dirujuk oleh negara ketika dilakukan penyelidikan tentang asal-usul pandemi menjelang akhir pemerintahan mantan Presiden Donald Trump.

Di sisi lain, Blinken menduga laporan itu bermula setelah pemerintahan Trump meminta kontraktor untuk melihat asal-usul virus corona yang menyebabkan COVID-19, dengan fokus apakah itu hasil dari kebocoran laboratorium.

"Penggarapannya sudah selesai dan sudah dibeberkan ke orang-orang terkait di departemen. Ketika kami masuk, kami juga sudah diberi tahu soal temuan itu. Setahu saya, pemerintahan Trump benar-benar prihatin pada metodologi penelitian itu, kualitas analisisnya, dan bukti yang dibengkokkan agar sesuai dengan narasi yang dibentuk sebelumnya. Itu menjadi perhatian mereka yang disampaikan kepada kami," terangnya.

Menurut Blinken, laporan itu merupakan hasil pekerjaan 1 petugas dan beberapa anak buah, bukan upaya seluruh pemerintah yang diperintahkan Presiden AS Joe Biden, yang dipimpin oleh komunitas intelijen, untuk menyeldiki asal-usul virus corona. Selain itu, ia menegaskan harus ada transparansi sebanyak mungkin atas informasi apa pun yang ditemukan dengan tetap tunduk pada kebutuhan untuk melindungi sumber intelijen.

Saat mengumumkan penyelidikannya selama 90 hari, Biden mengungkapkan kalau intelijen AS sedang mempertimbangkan kemungkinan 2 skenario. Pertama, virus itu dihasilkan dari kecelakaan laboratorium. Kedua, virus itu muncul dari kontak manusia dan hewan. Namun, belum ada kesimpulan terkait dugaan ini.

Sementara itu, sebuah laporan intelijen AS yang masih dirahasiakan beredar selama pemerintahan Trump. Laporan itu menuduh 3 peneliti di Institut Virologi Wuhan China sakit parah pada November 2019, sehingga mereka dirawat di rumah sakit, menurut sumber-sumber pemerintahan AS.[]