News

  Lapor Balik, Anggota DPRD Kota Tangerang Bantah Aniaya Warga Dengan Senpi

Epa Emilia menyebut materi laporan yang disampaikan Jopie Amir ke Polrestro Tangerang adalah pemutarbalikan fakta


   Lapor Balik, Anggota DPRD Kota Tangerang Bantah Aniaya Warga Dengan Senpi
Anggota DPRD Kota Tangerang Epa Emilia (Foto: Istimewa)

AKURAT.CO, Epa Emilia (42) membantah tuduhan penganiayaan yang dialamatkan kepada dirinya oleh kontraktor Jopie Amir (26). Epa yang kini aktif sebagai anggota Komisi II DPRD Kota Tangerang menuding balik materi laporan yang disampaikan Jopie Amir ke Polrestro Tangerang adalah pemutarbalikan fakta. 

Epa menerangkan, kejadian penganiayaan bermula saat dirinya mendatangi rumah kontrakan Jopie untuk menagih janji pekerjaan yang disepakati sejak Februari 2021 lalu. 

Sebelumnya kata Epa, Jopie sempat menyanggupi pekerjaan interior rumahnya dengan nilai kontrak Rp250 juta. Epa pun telah memberikan uang sebesar Rp225juta kepada Jopie. Namun lima bulan berselang, pekerjaan interior seperti yang dijanjikan tidak kunjung dikerjakan.

"Setelah saya jumpa dengan Jopie, akhirnya terjadi perdebatan hingga berebutan HP, tangan saya terpelintir dan sopir saya, Pabuadi melerai," jelasnya, Jum'at (24/9/2021).

Selanjutnya, Pabuadi berteriak meminta Jopie melepaskan pelintiran tangan namun dihalang-halangi oleh rekan Jopie yang ada di lokasi.

"Hingga Pabuadi meronta, lalu terjadilah baku hantam saat itu, saat itulah Pabuadi mengeluarkan pistol mainan (air soft gun) yang dipukul secara reflek oleh Pabuadi mengenai wajah Jopie yang sedang melintir tangan saya," jelasnya.

Karena wajahnya dipukul menggunakan senjata, Jopie kemudian berteriak bahwa persoalan tersebut hanya salah paham dan meminta berdamai.

"Kemudian Jopie melepas pelintiran tangan, ini saya hanya salah paham marilah damai secara kekeluargaan, lalu dibuat surat pernyataan damai yang ditandatangani saksi-saksi yang merupakan rekan bisnis pelapor (Jopie)," ucap Epa.

"Lalu saya membawa Jopie ke RS Sitanala untuk dilakukan pengobatan dengan biaya Rp700 ribu sekian. Tapi esok hari Jopie bukan menyelesaikan persolan sesuai dengan surat pernyataan tetapi membuat laporan polisi ke Polrestro Tangerang kota, dengan laporan pengeroyokan dengan identitas tak sesuai," lanjut Epa. 

Atas laporan yang dilayangkan Jopi Amir pada Minggu (19/9) itu, Epa kemudian membuat laporan balik terhadap Jopi ke Mapolrestro Tangerang dengan sangkaan Pasal 351 tentang pengeroyokan pada Rabu (22/9) dini hari.

"Selanjutnya saya menyerahkan sepenuhnya kepada pihak Kepolisian," tandas Epa.[]