News

Lantik 5 Anggota PAW MPR, Bamsoet: Upaya Penanaman Pancasila Tak Boleh Berhenti

Setelah lebih dari 7 dekade Pancasila, masih terdapat jurang yang lebar antara idealitas Pancasila dengan realitas kehidupan kebangsaan dan kenegaraan.


Lantik 5 Anggota PAW MPR, Bamsoet: Upaya Penanaman Pancasila Tak Boleh Berhenti
Ketua MPR RI Bambang Soesatyo ketika melantik dengan mengambil sumpah lima orang anggota Pergantian Antar Waktu (PAW) MPR di Ruang Delegasi, Kompleks Parlemen Senayan Jakarta, Kamis (18/11/2021).  (Dok. Istimewa)

AKURAT.CO Ketua MPR RI Bambang Soesatyo mengatakan, setelah lebih dari 7 dekade Pancasila ditasbihkan sebagai dasar dan ideologi negara masih terdapat jurang yang lebar antara idealitas Pancasila dengan realitas kehidupan kebangsaan dan kenegaraan.

Oleh karenanya, sosialiasi empat konsepsi dasar yang dikenal dengan sosialisasi Empat Pilar MPR harus mampu mengajak seluruh elemen bangsa, terutama penyelenggara negara untuk menyinkronkan idealitas Pancasila dengan realitas kehidupan kebangsaan dan kenegaraan. 

“Kita harus mampu mewujudkan Pancasila menjadi ‘ideologi kerja’ dalam seluruh ranah peradaban,” kata Bambang Soesatyo ketika melantik dengan mengambil sumpah lima orang anggota Pergantian Antar Waktu (PAW) MPR di Ruang Delegasi, Kompleks Parlemen Senayan Jakarta, Kamis (18/11/2021). 

Pelantikan anggota PAW ini juga dihadiri Wakil Ketua MPR Ahmad Basarah.

Kelima anggota PAW MPR yang dilantik dan diambil sumpahnya adalah Dipl. Ing. Hj. Diah Nurwitasari, M.I.Pol, (dari Fraksi Partai Keadilan Sejahtera, Daerah Pemilihan Jawa Barat II), Paulus Ubrunge (Fraksi Partai Amanat Nasional, Daerah Pemilihan Papua), Hj. Aida Muslimah, SE (Fraksi PDI Perjuangan, Daerah Pemilihan Kalimantan Selatan II), Ir. Harris Turino, M.Si, M.M. (Fraksi PDI Perjuangan, Daerah Pemilihan Jawa Tengah IX), dan Novri Ompusungu, S.H. (Fraksi PDI Perjuangan, Daerah Pemilihan Kalimantan Selatan II).

Bamsoet mengakui upaya menyinkronkan Pancasila dengan kehidupan kebangsaan dan kenegaraan, memang tidak mudah dan tidak boleh berhenti berusaha. “Pancasila adalah soal perjuangan. Pancasila tidak kita warisi dari nenek moyang kita menurut hukum Mendel. Pancasila adalah soal keyakinan dan pendirian asasi. Pancasila tidak akan tertanam dalam jiwa kita jika kita sendiri masing-masing tidak berjuang,” katanya.

Dia menambahkan usaha penanaman Pancasila harus berjalan terus menerus baik untuk masyarakat dan negara maupun untuk setiap individu. “Tak seorang pun akan menjadi Pancasilais kalau dia tidak membuat dirinya Pancasilais. Negara kita tidak akan menjadi negara Pancasila jika kita tidak membuatnya terus menerus,” ujar Bamsoet.

“Bung Karno pernah berpesan: kita harus sabar, tak boleh bosan, ulet, terus menjalankan perjuangan, terus tahan menderita, jangan putus asa, jangan kurang tabah, jangan kurang rajin. Ingat memproklamasikan bangsa adalah gampang, tetapi menyusun negara, mempertahankan negara buat selama-lamanya itu sukar,” sambung Bamsoet mengutip kata-kata Bung Karno.

Masih mengutip Bung Karno, Bamsoet mengatakan hanya rakyat yang memenuhi syarat-syarat yaitu rakyat yang ulet, rakyat yang tidak bosanan, rakyat yang tabah, maka dengan rakyat seperti itulah yang dapat bernegara kekal abadi. “Siapa yang ingin memiliki mutiara, harus ulet menahan nafas dan berani terjun menyelami samudera yang sedalam-dalamnya,” tuturnya.