News

Lansia Tewas Dikeroyok Massa, PSI Minta Usut Tuntas Sampai ke Akarnya!

PSI mengecam tindakan makin hakim sendiri yang dilakukan oleh sejumlah pemotor pada mobil SUV yang dikendarai oleh seorang lansia pada 23 Januari 2022.


Lansia Tewas Dikeroyok Massa, PSI Minta Usut Tuntas Sampai ke Akarnya!
Ilustrasi (AKURAT.CO/Lukman Hakim Naba)

AKURAT.CO Partai Solidaritas Indonesia (PSI) mengecam tindakan makin hakim sendiri yang dilakukan oleh sejumlah pemotor pada mobil SUV yang dikendarai oleh seorang pria lansia pada 23 Januari 2022 lalu. Seperti diketahui, lansia tersebut dikeroyok massa dan meninggal di lokasi kejadian.

“Apapun alasannya, tindakan main hakim sendiri adalah premanisme. Meskipun benar yang bersangkutan adalah pencuri, tidak ada hak sedikit pun bagi massa untuk memukuli beramai-ramai. Apalagi ternyata almarhum sama sekali bukan maling (mobil) seperti yang diteriakkan,” ujar Juru Bicara PSI Ariyo Bimmo dalam keterangan tertulisnya, Jakarta, Jumat (28/1/2022).

Bimmo berharap, pihak kepolisian mengusut tuntas kasus ini sampai ke akar-akarnya. Kejadian ini menjadi pembelajaran agar polisi lebih tegas dan jangan hanya karena kalah jumlah, nyawa warga tak bersalah jadi hilang. 

baca juga:

Bimmo juga mengatakan, PSI meminta kepolisian dapat menindak tegas semua orang yang berteriak maling dan main hakim sendiri. 

“Untuk perbuatan fitnah ada pasal 311 KUHP. Sedangkan Penganiayaan dan Perusakan dapat terkena Pasal 351 KUHP tentang Penganiayaan, Pasal 170 KUHP tentang Kekerasan, Pasal 406 KUHP tentang Perusakan,” jelas Bimmo. 

Terlepas dari berbagai temuan di luar insiden lalu lintas yang terjadi, PSI juga berharap pihak kepolisian bisa mengurai permasalahan sosio-legal ini dengan cermat sehingga bukan hanya pelaku penganiayaanya ditangkap tetapi juga menelusuri modus dan kemungkinan motif kriminal lain dari kejadian tersebut. Polisi juga perlu melakukan mitigasi risiko, sehingga kejadian serupa tidak terulang. 

“Ini kasus serius. Pembiaran terhadap kasus-kasus penganiyaan dan perusakan seperti ini akan menjatuhkan wibawa penegakan hukum. Citra baik yang susah payah dibangun akan kandas,” tukas Bimmo. 

Ia juga menyesalkan massa yang mudah tersulut untuk sesuatu yang semestinya menjadi wilayah penegak hukum. Cita negara hukum semakin menjauh bila masyarakat tidak mempercayakan penegakan hukum kepada sistem. 

PSI melihat kasus ini sebagai peristiwa yang dapat menimpa semua orang dan tidak boleh dibiarkan. Bila kasus ini tidak terungkap, maka akan menyusul banyak kasus serupa dan dijadikan modus kejahatan. Masyarakat awam hanya menunggu giliran sebagai korban, dengan sebab dan cara yang berbeda.