Ekonomi

Langkah Jitu OJK Selamatkan UMKM dari Ganasnya Pandemi Covid-19

Pemulihan ekonomi nasional harus dimulai dari upaya pemulihan terhadap sektor Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM)


Langkah Jitu OJK Selamatkan UMKM dari Ganasnya Pandemi Covid-19
Kepala Grup Kebijakan Sektor Jasa Keuangan Terintegrasi OJK, Enrico Hariantoro (Akurat.co/Andoy)

AKURAT.CO Pemulihan ekonomi nasional (PEN) disinyalir harus dimulai dari upaya pemulihan terhadap sektor Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM). Mengingat UMKM memiliki peranan penting terhadap perekonomian Indonesia terutama ketika terjadi krisis.

Secara teori ekonomi, tidak mungkin bisa pulih kalau tidak segera menyentuh memulihkan UMKM-nya. Hal itu karena sebanyak 99% pelaku usaha di Indonesia adalah UMKM.  

Pemerintah pun pasalnya telah menyadari untuk memulihkan UMKM melalui berbagai program. Semua pihak pun didorong untuk bekerja sama menjadikan UMKM sebagai tulang punggung perekonomian nasional.

Pemerintah sudah siap dengan desain terkait upaya menjadikan UMKM sebagai kekuatan ekonomi, pentingnya memperkuat kapasitas UMKM dengan sejumlah program utama di antaranya pendekatan ke pasar, go digital, hingga memperluas akses pembiayaan.

Kepala Grup Kebijakan Sektor Jasa Keuangan Terintegrasi Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Enrico Hariantoro mengungkapkan dalam perkembangannya lembaga tersebut sudah mengeluarkan berbagai kebijakan demi mendukung UMKM tetap survive, meski pandemi Covid-19 masih melanda. Dalam hal ini, untuk sektor yang lebih mikro seperti UMKM, kebijakan yang digelontorkan OJK dengan spektrum yang luas meliputi aspek pembiayaan, pembinaan dan penjualan.

"Dari segi pembiayaan kami terus mendorong klasterisasi pemberian kredit usaha rakyat (KUR) yang notabene sebagian dari pertumbuhan ekonomi Indonesia berasal dari UMKM. Ini didorong supaya tidak hanya diberikan secara sporadis atau secara tersebar satu persatu tetapi dengan dikelompokan, dibanding, dibina, dikawal hingga sampai epada proses ekspor atau proses di perusahaan besar yang menjadi off taker bisa berjalan baik dan lebih memberikan daya ungkit khususnya di KUR klaster ini. Maupun juga upaya kita membanding juga dengan keberadaan bank wakaf mikro (BWM), dimana wakaf mikro ini memang didesain untuk mendukung perekonomian di sekitar pesantren, sehingga mampu memberikan nilai lebih perekonomian. Supaya mendorong juga upaya-upaya melakukan usaha ekonomi di skala kecil bagi masyarakat ataupun warga di sekitar pesantren," bebernya pada saat webinar AKURAT IDEA - WEBINAR "MENAKAR EFEKTIVITAS STIMULUS EKONOMI DALAM MENGUNGKIT PEREKONOMIAN DI MASA PANDEMI di Jakarta, Selasa (4/5/2021).

Sementara itu, dari sisi asuransi dan penjaminan OJK juga mendorong secara spesifik ke asuransi usaha tani, asuransi usaha ternak sapi dan juga dengan adanya dukungan Askrindo dan Jamkrindo.

"Lalu jika kita berbicara dari sisi pembinaan kami melakukan berbagai koordinasi melalui kantor-kantor kami di daerah, dan mendorong pengembangan UMKM oleh industri jasa keuangan dan juga bank wakaf mikro dan bumdes. Tak hanya itu saja kami juga melakukan kerjasama dengan kementerian desa sebagai upaya mendorong untuk menciptakan sinergi ekonomi di sektor pedesaan dengan BUMDES BWM, maupun dengan KUR kepada kelompok petani, nelayan dan sektor produksi," ucapnya.

Sedangkan yang terakhir, dari segi penjualan pihaknya melakukan implementasi, yakni OJK berhasil menciptakan sebuah platform yang bernama UMKM-mu.

" Kami memang ciptakan sebagai modal untuk mendorong penjualan produk-produk UMKM yang dibina secara langsung oleh kantor-kantor OJK di seluruh Indonesia, untuk bisa beroperasi seperti marketplace," pungkasnya.[]

Prabawati Sriningrum

https://akurat.co

0 Komentar

Tinggalkan komentar

Untuk komentar, silahkan terlebih dahulu