News

Langkah Camilla Dobrak Tradisi Kerajaan Inggris, Hapus Kehadiran 'Dayang Istana'

Langkah Camilla Dobrak Tradisi Kerajaan Inggris, Hapus Kehadiran 'Dayang Istana'
Tugas pertama para 'pengiring' Permaisuri yang baru berlangsung minggu depan, membantu Camilla menggelar acara tentang kampanye KDRT (Kirsty O’Connor/PA Wire)

AKURAT.CO  Dalam langkah yang mendobrak tradisi Kerajaan, Permaisuri Inggris Camilla, memutuskan untuk menghapus kehadiran 'lady-in-waiting', atau asisten pribadi wanita alias dayang istana.

Sebagai gantinya, menurut laporan BBC, istri Raja Charles III itu akan dibantu oleh apa yang dinamakan sebagai 'pendamping Ratu'.

Istana Buckingham telah mengonfirmasi keputusan tersebut, mengatakan bahwa para pendamping tersebut akan bertugas mendukung Camilla saat menjalankan tugas resmi. Dikatakan pula bahwa nantinya, sang permaisuri akan memiliki enam pendamping, selain sekretaris dan wakil sekretaris pribadinya.

baca juga:

Tidak seperti dayang istana sebelumnya, peran pendamping Ratu tidak akan terlibat dalam tugas korespondensi atau administrasi.

Mengganti peran dayang, bagaimanapun, akan mengakhiri karakter kehidupan istana sejak abad pertengahan, dengan pembantu pribadi Ratu yang begitu dekat sering kali berasal dari keluarga aristokrat dan, selama berabad-abad, terkadang harus terjebak dalam intrik istana.

Para 'pengiring' Ratu yang baru nantinya akan menduduki posisi yang lebih informal. Sesekali, mereka ditugaskan untuk mendukung Permaisuri dalam acara resmi, tapi tidak terlibat dalam pekerjaan membalas surat atau perencanaan sehari-hari.

Mereka yang menjadi pendamping Ratu tidak akan digaji, tetapi biaya hidup akan ditanggung.

Perubahan secara simbolis ini bakal langsung mulai dipraktikkan minggu depan, saat Camilla menggelar acara untuk para juru kampanye perlawanan kekerasan dalam rumah tangga (KDRT) dan kekerasan terhadap perempuan.

Angka yang diterbitkan oleh Kantor Statistik Nasional pada Jumat telah menunjukkan maraknya kasus KDRT di Inggris, dengan korban kebanyakan adalah kaum wanita. Dari data tersebut, diketahui bahwa pada tahun sebelumnya, dari 2,4 juta orang dewasa di Inggris dan Wales, jumlah korban kekerasan dalam rumah tangga terdiri dari 1,7 juta perempuan dan 700 ribu pria.

Sebagai istri Raja, Camilla telah gencar mengampanyekan peningkatan kesadaran tentang KDRT, dan untuk pertama kalinya para pendamping akan menemaninya di acara bertajuk Kekerasan Terhadap Perempuan di Istana Buckingham, bukan dayang.

Mereka yang menjadi pendamping Ratu termasuk beberapa teman lama Camilla, yakni Marchioness of Lansdowne Charles Maurice Petty-Fitzmaurice; Jane von Westenholz; Lady Katharine Brooke; Sarah Troughton; Lady Sarah Keswick dan Baroness Chisholm, mantan whip dari partai Konservatif dan juru bicara Kantor Kabinet di House of Lords atau majelis tinggi Inggris.

Sumber istana menyebut bahwa Baroness Chisholm, yang telah duduk di dua komite terpilih sebagai anggota Tory, saat ini tidak tergabung dalam kelompok parlementer mana pun.

Camilla, yang sekarang berusia 75 tahun, juga telah menunjuk Mayor Ollie Plunket sebagai penunggang kudanya, yang bertindak sebagai asisten pribadi.

Sementara itu, para mantan dayang, yang dulu melayani mendiang Ratu Elizabeth II, bakal ditugaskan membantu Raja Charles sebagai tuan rumah acara-acara di Istana Buckingham. Dalam gelarnya, mereka akan dikenal sebagai 'ladies of the household'.[]