Lifestyle

Langkah 3x3 Lindungi Anak dari Pandemi COVID-19


Langkah 3x3 Lindungi Anak dari Pandemi COVID-19
Aktivitas anak-anak saat mengikuti kegiatan belajar di luar rumah di Kampung Belajar New Normal, Pinang Indah, Kota Tangerang, Banten, Jumat (19/6/2020). Kegiatan yang diinisiasi oleh masyarakat setempat tersebut guna meningkatkan minat dan bakat serta kemampuan anak-anak di tengah pembelajaran jarak jauh akibat COVID-19 dengan menerapkan protokol kesehatan. (AKURAT.CO/Endra Prakoso)

AKURAT.CO Penyebaran COVID-19 yang masih terjadi sampai saat ini tak pandang kelompok umur. Anak-anak merupakan salah satu kelompok umur yang rentan terhadap keterpaparan penyakit yang disebabkan virus SARS-CoV-2.

Kementerian Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (KemenPPPA) dan Unicef Indonesia memiliki langkah 3 x 3 untuk lindungi anak Indonesia. Duta Adaptasi Kebiasaan Baru, dr. Reisa Broto Asmoro mengatakan, anak-anak adalah masa depan bersama bagi Indonesia.

Ia juga menekankan untuk memastikan anak Indonesia adalah generasi yang terlindungi selama pandemi. dr. Reisa pun menyampaikan langkah 3 x 3 untuk perlindungan anak dari pandemi COVID-19, berikut di antaranya:

baca juga:

1. Dukung keluarga memenuhi kebutuhan gizi anak

Sosialisasikan panduan dan sediakan sarana pelayanan gizi esensial berkelanjutan untuk remaja, perempuan usia subur, ibu hamil dan menyusui, dan balita. 

dr. Reisa mencontohkan, berupa pengawasan dan dukungan pertumbuhan, pemberian suplemen nutrien mikro, konseling gizi untuk ibu, konseling pemberian makan untuk bayi dan balita, pembagian biskuit tinggi energi, dan penapisan serta perawatan untuk kasus kurus parah atau severe wasting.

2. Dukung anak agar tetap belajar.

dr. Reisa menjelaskan, perluas pilihan metode belajar dari rumah agar tersedia pula metode yang minim atau tanpa teknologi, awasi pembelajaran dan partisipasi murid melalui platform daring. 

“Ke depankan prinsip “lebih sedikit namun berkualitas” yaitu dengan berfokus mengajarkan keterampilan dan pengetahuan paling esensial dalam situasi keterbatasan sumber daya, dan berikan guru dukungan dan bimbingan terkait pengajaran jarak jauh,” pesan dr. Reisa di Gedung BNPB, Jakarta Timur, Kamis (23/7).

3. Lindungi anak dari kekerasan, eksploitasi, dan pelecehan.

Perlindungan ini bertujuan untuk memberikan dukungan kesehatan jiwa dan psikososial kepada anak yang rentan. 

“Rumuskan strategi untuk menjawab risiko kekerasan berbasis gender dan kekerasan terhadap anak, termasuk pemetaan layanan, penyediaan panduan rujukan, perluasan mekanisme pelaporan dan respons,” ujar dr. Reisa. 

Di tengah pandemi yang masih berlangsung, dr. Reisa mengingatkan para wali anak untuk memastikan anak-anak memahami adaptasi kebiasaan baru melawan pandemi. 

Pada kesempatan itu, ia juga menyampaikan tiga hal agar anak-anak terhindar dari COVID-19. Pertama, menjaga jarak aman, sekitar 1 hingga 2 meter. Kedua, mengajari mereka menggunakan masker dengan benar dan membiasakan dengan wajir bermasker apabila di ruang publik. Ketiga, sering-sering untuk mencontohkan kepada anak untuk mencuci tangan dengan sabun dan air mengalir. 

Terakhir, dr Reisa berpesan kepada keluarga untuk melindungi anak-anak dengan menjaga stamina, makan makanan bergizi dan tetap ceria, hangat di dalam keluarga serta jangan lupa untuk bahagia.