Olahraga

Langgar Protokol Kesehatan, Atlet Olimpiade Bisa Dideportasi

Atlet Olimpiade Tokyo 2020 diharuskan makan bersendiri, dilarang berbicara di lift dan di mobil resmi perhelatan.


Langgar Protokol Kesehatan, Atlet Olimpiade Bisa Dideportasi
Sebuah simbol olimpiade di salah satu distrik di Tokyo, Jepang, 5 Februari 2020. (REUTERS/Issei Kato)

AKURAT.CO, Olimpiade Tokyo 2020 bakal menjadi arena yang sangat tidak mudah bagi atlet peserta. Pasalnya, mereka mesti mematuhi protokol kesehatan yang ketat dengan ancaman hukuman yang juga berat.

Sebagaimana dikabarkan The Guardian, atlet peserta Olimpiade juga Paralimpiade Tokyo, hanya diizinkan makan bersendiri, menjalani pemeriksaan virus corona (COVID-19) setiap hari, serta hanya diizinkan berada di ruang terbatas yang diyakini cukup sulit dan tidak menggembirakan.

Ketika makan, atlet mesti berjarak setidaknya dua meter dari individu lain. Di ruang sempit seperti di lift, atlet dilarang berbicara. Atlet juga diwajibkan mengenakan penutup wajah di area kejuaraan.

Bersama atlet, staf pendukung, dan media, atlet bahkan tak diizinkan berbicara dengan pengemudi kendaraan resmi. Jika mereka melakukan pelanggaran, akan ada hukuman denda, diskualifikasi, pencopotan medali, bahkan dideportasi jika mengulangi kesalahan atau melakukan serangan berniat jahat.

Selain itu, Jepang menerapkan karantina sekurang-kurangnya enam hari terhadap atlet yang datang dari negara yang masuk daftar merah. Aturan terhadap atlet dari negara daftar merah ini juga berlaku untuk media dari negara bersangkutan.

“Karantina selama enam hari diminta kepada beberapa negara di mana perlakuan yang sama akan diterapkan terhadap atlet dan media. Kami ingin memastikan kami punya tindakan terhadap varian-varian (COVID-19),” kata juara bicara Olimpiade Tokyo.

Olimpiade Tokyo semakin mendekati hari dengan upacara pembukaan akan dihelat di Stadion Nasional di Tokyo pada 23 Juli mendatang. Sebanyak lebih dari sebelas ribu atlet akan berpartisipasi dalam pesta olahraga terbesar dunia yang akan berakhir pada 8 Agustus tersebut.

Olimpiade Tokyo merupakan olimpiade tunda dari jadwal seharusnya pada 9 Juli–24 Agustus tahun lalu terdampak pandemi COVID-19. Pandemi di Jepang juga menempatkan Tokyo 2020 dalam perdebatan karena beberapa jajak pendapat menunjukkan mayoritas responden menolak perhelatan tersebut.

Komite Olimpiade Internasional dan penyelenggara lokal bersikeras bahwa Tokyo 2020 harus terlaksana. Salah satu tindakan yang diambil adalah melarang penonton dari luar Jepang datang untuk menyaksikan pertandingan.[]