Tech

Langgar Penyimpanan Data, Rusia Jatuhi Denda ke Twitter Rp 544 Juta

Diduga telah melakukan pelanggaran terkait penyimpanan data, Pengadilan di Moskow, Rusia, menjatuhkan hukuman denda kepada Twitter.


Langgar Penyimpanan Data, Rusia Jatuhi Denda ke Twitter Rp 544 Juta
Ilustrasi Twitter. (pixabay.com/stocksna)

AKURAT.CO Diduga telah melakukan pelanggaran terkait penyimpanan data, Pengadilan di Moskow, Rusia, menjatuhkan hukuman denda kepada Twitter.

Twitter dianggap tidak bisa mengelola data dengan baik, sehingga pihak Rusia tidak terima atas hal tersebut dan memberinya hukuman atau denda.

Dilansir dari Reuters, Rabu (29/6/2022), hukuman denda itu diberikan kepada Twitter, Perusahaan itu didenda 2 juta rubel atau sekitar Rp544 juta, karena platform media sosial tersebut gagal melakukan lokalisasi penyimpanan data pengguna di Rusia.

baca juga:

Hingga kini, Rusia bersitegang dengan perusahaan teknologi besar dalam hal konten, sensor data dan perwakilan lokal selama beberapa waktu belakangan ini.

Ketegangan semakin memanas setelah Rusia mengirim ribuan tentara untuk menyerang Ukraina pada 24 Februari.

Regulator telekomunikasi Rusia Roskomnadzor, pada Mei lalu membuka kasus administratif terhadap Google dan enam perusahaan teknologi asing lainnya.

Hal tersebut termasuk yang dipermasalahkan Roskomnadzor adalah Twitch atas dugaan pelanggaran terhadap regulasi data pribadi di negara tersebut.

Bahkan sejumlah perusahaan teknologi terkemuka juga telah memutuskan menghentikan operasional mereka di Rusia setelah invasi Rusia ke Ukraina.

Sebelumnya, Rusia juga sempat memberi denda kepada perusahaan Twitter, pemilik Facebook Meta Platforms  dan TikTok pada Kamis, 16 Desember karena gagal menghapus konten yang dianggap ilegal oleh pemerintah Rusia.

Pernyataan ini muncul dari sumber di pengadilan Moskow, sebagai hukuman terbaru dalam serangkaian hukuman terhadap perusahaan teknologi asing.

Pengadilan Distrik Tagansky Moskow mengatakan Meta Platform telah didenda total 13 juta rubel (Rp 2,5 miliar) dalam tiga kasus administratif terpisah karena tidak menghapus konten. Twitter didenda 10 juta rubel (Rp 1,9 miliar) dalam dua kasus, sementara TikTok menerima penalti 4 juta rubel (Rp 778 juta), menurut kantor berita Rusia seperti dikutip oleh Reuters.

Twitter, Facebook, dan TikTok sendiri tidak segera berkomentar atas denda yang mereka terima dari Rusia.

Meta, bersama dengan Google Alphabet, telah menghadapi kasus pengadilan akhir bulan ini karena dugaan pelanggaran berulang terhadap undang-undang Rusia tentang konten dan dapat didenda persentase dari pendapatan tahunannya di Rusia.