Ekonomi

Lampaui Target, BPH Migas Klaim Cetak PNBP Sektor Hilir Migas Rp1,1 Triliun

target Penerimaan Negara Bukan Pajak (PNBP) sektor hilir migas, dengan mencatatkan capaian sebesar 101 persen atau setara dengan Rp1,1 triliun


Lampaui Target, BPH Migas Klaim Cetak PNBP Sektor Hilir Migas Rp1,1 Triliun
Ilustrasi blok migas (Dokumentasi: Shutterstock)

AKURAT.CO Badan Pengatur Hilir Minyak dan Gas Bumi (BPH Migas) melampaui target Penerimaan Negara Bukan Pajak (PNBP) sektor hilir migas dengan mencatatkan capaian sebesar 101 persen atau setara dengan Rp1,1 triliun dari target sebesar Rp1,086 triliun.

PNBP ini berasal dari iuran badan usaha yang melakukan kegiatan penyediaan dan pendistribusian BBM dan badan usaha yang melakukan kegiatan niaga dan/atau pengangkutan gas bumi melalui pipa.

" PNBP yang melebihi target di tengah situasi pandemi menjadi hal yang patut kita syukuri, ini menjadi pemicu bagi BPH Migas untuk berkinerja lebih baik lagi di tahun 2022", ujar Kepala BPH Migas, Erika Retnowati lewat keterangannya, Rabu (26/1/2022).

baca juga:

Di sisi pengeluaran, realisasi anggaran tahun 2021 mencapai 94,94 persen. Capaian ini meningkat signifikan dibandingkan dengan tahun-tahun sebelumnya. Bukan hanya PNBP yang melebihi target, pelaksanaan program Bahan Bakar Minyak (BBM) satu harga hingga akhir tahun 2021 secara kumulatif mencapai 331 lembaga penyalur. Untuk tahun 2021, realisasi mencapai 78 dari target 76 lembaga penyalur.

Direncanakan sesuai roadmap, program BBM Satu Harga hingga tahun 2024 akan mencapai 583 lembaga penyalur. Program BBM Satu Harga ini dicanangkan Presiden Joko Widodo pada akhir 2016 dan ditujukan agar harga jual Jenis BBM Khusus Penugasan (JBKP) dan harga jual Jenis BBM Tertentu (JBT) sama hingga ke daerah-daerah pelosok Indonesia.

Hal itu sesuai Undang-Undang Nomor 22 Tahun 2001 tentang Minyak dan Gas Bumi dan peraturan pelaksanaanya, di mana Pemerintah wajib menjamin ketersediaan dan kelancaran pendistribusian BBM ke seluruh wilayah NKRI

" Kami berkomitmen agar sektor hilir migas memiliki kebermanfaatan untuk mendistribusikan BBM ke pelosok negeri, serta memberikan dukungan harga gas bumi yang kompetitif serta dalam melakukan pengawasan distribusi BBM dibantu oleh TNI, POLRI dan stakeholder lainnya, sehingga lebih tepat sasaran," pungkasnya.

Sekadar informasi, Pemerintah memproyeksikan industri hilir minyak dan gas bumi (migas) akan terus meningkat setiap tahun seiring perkembangan industri migas di Indonesia.

"Investasi hilir migas akan terus tumbuh hingga tahun 2024. Ini tentunya menjadi peluang bagi stakeholder migas untuk terlibat di hilir migas," kata Koordinator Pengolahan Minyak dan Gas Bumi Kementerian ESDM Muhidin dalam keterangan yang dikutip di Jakarta, Minggu (21/11/2021).[]