News

Lambaikan Tangan, Delhi Minta Tolong Tentara India Ikut Bergelut Lawan Tsunami Corona

Delhi akhirnya meminta bantuan para tentara untuk ikut bergulat melawan tsunami corona.


Lambaikan Tangan, Delhi Minta Tolong Tentara India Ikut Bergelut Lawan Tsunami Corona
Rumah sakit Delhi sedang berjuang untuk mengatasi pasien COVID-19 yang membludak. (Reuters via BBC)

AKURAT.CO, Seakan melambaikan tangan, pihak berwenang ibu kota India, Delhi, akhirnya meminta bantuan para tentara untuk ikut bergulat melawan gelombang tsunami corona. Pemerintah Delhi ingin agar tentara ikut menjalankan fasilitas perawatan dan unit perawatan intensif untuk COVID-19.

Seperti diwartakan BBC, para tentara diminta untuk membantu perawatan medis dengan fasilitas oksigen untuk sekitar 10 ribu pasien, dan 1.000 unit perawatan intensif.

Wakil Menteri Utama Delhi, Manish Sisodia, telah mengonfirmasi bahwa sistem kesehatan di Delhi memang tengah 'kewalahan'. Disebutkan pula persediaan oksigen di rumah sakit kota masih menipis meskipun alokasi oksigen medis untuk Delhi telah ditingkatkan menjadi 590 metrik ton (MT), seperti dilaporkan Inida TV News.

"Dengan layanan kesehatan yang sudah kewalahan...ini akan menjadi bantuan yang tepat waktu bagi masyarakat Delhi jika Kementerian Pertahanan, dengan sumber daya yang cukup besar di komandonya, ditugaskan dengan tanggung jawab untuk menyediakan dan mengelola fasilitas kesehatan COVID-19 tambahan."

"Kemarin, Delhi menerima 440 MT oksigen yang lebih rendah dari kuota yang dialokasikan sebesar 590 MT. Kami membutuhkan 976 MT oksigen setiap hari karena kami ketambahan jumlah tempat tidur. Kami membutuhkan bantuan segera untuk mengangkut (persediaan) oksigen. Kami telah mencari bantuan dari berbagai sumber termasuk Angkatan Darat, pemerintah pusat dan berbagai sayapnya, serta sektor swasta," kata Sisodia.

Delhi tercatat menjadi salah satu wilayah yang terkena dampak parah dari gelombang kedua mematikan dari virus corona. Akhir pekan lalu misalnya, Delhi melaporkan rekor kematian harian dengan angka menembus lebih dari 400 kasus. 

Situasi krisis itupun membuat pontang-panting sistem kesehatan yang juga mengalami keterbatasan tempat tidur dan persediaan oksigen. 

Rumah sakit Delhi contohnya, dilaporkan sampai mengirim pesan minta tolong atau SOS ke media sosial untuk mengamankan pasokan. Demikian pula dengan warga, mereka sering harus mengantre berjam-jam hanya untuk mengisi ulang tabung oksigen portabel.

"Ini adalah pertempuran yang kami perjuangkan setiap hari. Separuh dari staf rumah sakit saya harus turun-turun ke jalan agar silinder tabung bisa terisi tiap harinya, (mereka) sampai pergi dari satu tempat ke tempat lain," ujar Dr Gautam Singh, yang mengelola rumah sakit Shri Ram Singh.

Kepala Menteri Delhi Arvind Kejriwal juga telah berulang kali mengatakan bahwa kota tersebut tidak mendapatkan cukup oksigen dari pemerintah federal, yang mengalokasikan kuota oksigen ke negara bagian. Namun, pejabat federal menyangkal ada kekurangan, dengan menuding masalah transportasi sebagai biang keroknya.

India sendiri sebenarnya mampu memproduksi ribuan ton oksigen saban harinya. Kendati demikian, masalah persediaan oksigen yang terus terbatas justru selalu muncul ke permukaan. Sejumlah ahli berpendapat bahwa masalah krisis oksigen  bisa jadi dipicu karena kurangnya investasi dalam jaringan distribusi.

Kasus serupa juga terjadi di wilayah lain. Di negara bagian Karnakata baru-baru ini contohnya, sempat melaporkan kasus kematian massal di sebuah rumah sakit.

Bahkan dalam insiden itu, 24 orang meninggal hanya dalam waktu 24 jam. The Independent pada Selasa (4/4) juga menuturkan, saat 24 pasien tersebut meninggal, ada laporan tentang pasokan oksigen yang kurang.

Namun, menanggapi insiden itu, pemerintah setempat langsung membantah dan menyebut bahwa tidak semua korban meninggal karena masalah oksigen. Disebutkan pula bahwa pihak berwenang masih menyelidiki untuk mengungkap penyebab pasti.

"Tidak tepat untuk mengatakan bahwa 24 kematian itu terjadi karena kekurangan oksigen. Kematian ini terjadi dari Minggu pagi hingga (Senin) pagi ini. Kekurangan oksigen terjadi ... (antara) 12.30 (hingga) 2.30 pagi, "kata menteri yang bertanggung jawab di distrik Chamarajanagar S Suresh Kumar.

Sementara Wakil Komisaris Chamarajanagar, Dr M R Ravi membeberkan bahwa memang ada 12 orang yang meninggal karena kekurangan oksigen. Sedangkan, pasien corona lainnya meregang nyawa karena faktor penyakit lain yang mendasari.

"Sesuai laporan dokter, 12 orang meninggal karena kekurangan oksigen dan lainnya meninggal karena berbagai penyakit penyerta dan kondisi medis yang mendasari," kata Ravi kepada The Times of India. []

Dian Dwi Anisa

https://akurat.co

0 Komentar

Tinggalkan komentar

Untuk komentar, silahkan terlebih dahulu