Ekonomi

Lakukan Sidak Pasar, Gus Muhaimin:'Harga Pangan Masih Stabil'

Lakukan Sidak Pasar, Gus Muhaimin:'Harga Pangan Masih Stabil'
Illustrasi (AKURAT.CO/Endra Prakoso)

AKURAT.CO Wakil Ketua DPR RI Koordinator Bidang Kesejahteraan Rakyat (Korkesra) Abdul Muhaimin Iskandar melakukan inspeksi mendadak (sidak) ke Pasar Johar, Karawang pada Rabu (26/10/2022).

Dimana kunjungan tersebut dilakukan untuk mengecek stabilitas harga pangan sebagai sebagai bentuk nyata fungsi pengawasan Dewan Perwakilan Rakyat terhadap stabilitas harga. 

Dirinya menjelaskan bahwa komoditi seperti beras, minyak goreng, telur, tepung, daging ayam, dan daging sapi masih terpantau stabil atau belum mengalami kenaikan harga yang signifikan pasca-penyesuaian harga BBM beberapa waktu yang lalu.

baca juga:

Sebelumnya, penyesuaian harga BBM bersubsidi disinyalir akan menghantui perubahan harga pada beberapa barang kebutuhan pokok.

"Alhamdulillah, dari hasil sidak saya ke sejumlah warga pedagang Pasar Johar Karawang harganya boleh dibilang stabil. Belum ada peningkatan harga yang signifikan," ucapnya melalui lansiran laman resmi DPR RI, Rabu (26/10/2022).

Dari hasil pantauan Gus Muhaimin, harga bawang putih di pasar Johar saat ini dijual di kisaran Rp26.000/kg, minyak goreng curah Rp14.000/kg, telur ayam ras Rp 27.000/kg, daging ayam Rp30.000/kg, dan cabe rawit Rp 50.000/kg. Tercatat hanya bawang merah yang mengalami kenaikan dibandingkan sepekan sebelumnya.

"Tadi cuma bawang merah yang mengalami kenaikan, sekarang pedagang jualnya Rp31 ribu, seminggu sebelumnya Rp29 ribu per kilo. Kalau harga cabai itu fluktuatif terkait dengan pasokan dari petani," pungkasnya.

Ketua Umum Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) ini pun bersyukur melihat stabilitas harga kebutuhan pokok masyarakat di pasar tradisional. Ia berharap stabilitas harga kebutuhan pokok terus dipertahankan.

Gus Muhaimin menambahkan, pandemi berdampak serius bagi sendi perekonomian masyarakat. Sebab itu, ia mengajak masyarakat untuk kembali berbelanja ke pasar tradisional untuk menggeliatkan kembali perekonomian rakyat kecil.

Sumber: DPR RI