Lifestyle

Lakukan RICE, Saat Anak Cedera Akibat Bermain Trampolin

Pertolongan pertama kali harus dilakukan saat anak mengalami cedera akibat bermain trampolin, adalah RICE. 


Lakukan RICE, Saat Anak Cedera Akibat Bermain Trampolin
Ilustrasi anak-anak yang bersiap untuk berolahraga trampoli (Unsplash/Chris Benson)

AKURAT.CO, Bermain dan beraktifitas fisik di arena bermain trampolin, bisa jadi pilihan untuk mengisi masa liburan sekolah anak.

Akan tetapi, beraktifitas fisik di arena neain trampolin, bisa membuat anak menjadi cedera.

Dilansir dari laman The Sun, petugas medis di Inggris mengungkapkan bahwa anak-anak yang mendatangi arena bermain trampolin, lebih mungkin mengalami cedera serius dan memerlukan perawatan di rumah sakit, daripada mereka yang menggunakan trampolin di rumah. 

baca juga:

Meski melompat-lompat di trampolin adalah kegiatan yang menyenangkan, petugas medis juga mengatakan itu berbahaya.

Risiko anak cedera parah saat bermain di arena bermain trampolin rupanya cukup tinggi.

Para ahli juga mengingatkan pentingnya ada standar keselamatan wajib di arena trampolin.

Di Inggris, cedera akibat bermain trampolin menyumbang setengah dari jumlah keselururhan layanan darurat pada anak di bawah usia 14 tahun. Di AS, angkanya 100 ribu dan sekitar 1.500 anak di Australia.

Oleh karena itu, Dokter Spesialis Ortopedi, Aldico Sapardan mengatakan bahwa pertolongan pertama kali harus dilakukan saat anak mengalami cedera akibat bermain trampolin, adalah RICE. 

RICE sendiri adalah singkatan dari Rest, Ice, Compression, dan Elevation. Dimana seseorang harus beristirahat, mengompresnya dengan air es, dan mengangkat tungkai kaki agar peredaran darah mengalir lancar.

Rest artinya mengistirahatkan bagian tubuh yang cedera.

Tukuan mengistirahatkan bagian tubuh yang cedera adalah untuk mencegah cedera lebih lanjut.

Ice, artinya memberikan efek dingin untuk membantu menurunkan suhu di sekitar jaringan yang mengalami cedera. Proses ice ini dilakukan bersama dengang compression.

Compression adalah pemberian penekanan kepada jaringan yang mengalami cedera. Penakanan dilakukan bersama-sama dengan pemberian ice (kompres dingin).

Tujuan utama pemberian penekanan pada jaringan dikombinasi dengan efek dingin ini adalah untuk mengatasi inflamasi di daerah cedera anak

"Apabila baru alami cedera baiknya dikompres dengan menggunakan air dingin. Sebab air dingin dapat membantu meringankan peradangan yang terjadi di dalam," ujar Aldico di acara Pembukaan Klinik Utama JLA, dikutip pada Minggu (26/2/2022).

"Setelahnya 48 jam , baru lakukan kompres air hangat. Tujuannya daerah yang cedera membutuhkan peredaran dara hang lebih banyak oksigen, agar melakukan pemulihan," sambungnya.

Aldico menjelaskan, kompres air hangat membuat darah yang mengalir ke daerah luka atau cedera lebih banyak, di mana darah sendiri membawa oksigen yang dibutuhkan oleh tubuh. 

Untuk itu, kompres air hangat dilakukan saat pemulihan bukan di awal cedera. Karena apabila dilakukan pada saat barus saja cedera, tempat mengalami cedera akan semakin bengkak atau meradang.

"Jika, setelah 48 jam belum pulih. Segera bawa ke dokter, untuk diberikan pengobatan sesuai dengan keadaan cedera," katanya.[]