Lifestyle

Lakukan Antara Jam 8-10 Pagi, Ini 3 Tips Berjemur untuk Dapatkan Manfaat Maksimal


Lakukan Antara Jam 8-10 Pagi, Ini 3 Tips Berjemur untuk Dapatkan Manfaat Maksimal
Ilustrasi berjemur (Pixabay/Hebi B.)

AKURAT.CO, Merebaknya pandemi COVID-19, membuat banyak orang kembali melakoni pola hidup yang sehat. Seperti diketahui, belum ada obat atau vaksin yang bisa menyembuhkan penyakit yang diakibatkan oleh virus SARS-CoV-2 ini. Hanya saja, pola hidup yang sehat dan sistem imun yang kuat membuat orang memiliki kekebalan tersendiri untuk tidak tertular virus corona.

Berjemur merupakan salah kegiatan yang bisa dilakukan untuk memperkuat sistem kekebalan tubuh. Namun, terdapat beragam pendapat yang berselisih mengenai kapan waktu berjemur yang tepat.

Dosen Fakultas Kedokteran Unsoed, dr. Ismiralda Oke Putranti, Sp. KK atau biasa disapa Dokter Oke, menjelaskan bahwa paparan sinar UV, terutama UVA dan UVB, pada matahari memiliki dampak yang baik bagi kehidupan manusia karena sinar UV dapat membantu pembentukan vitamin D.

“Satu-satunya dampak positif radiasi sinar UV adalah membantu sintesis vitamin D,” ungkapnya.

Lakukan Antara Jam 8-10 Pagi, Ini 3 Tips Berjemur untuk Dapatkan Manfaat Maksimal - Foto 1
dr. Ismiralda Oke Putranti, Sp.KK. ISTIMEWA

Alumni dari Program Pendidikan Dokter Spesialis Ilmu Kesehatan (PPDS IK) Kulit dan Kelamin, Fakultas Kedoteran Undip ini, juga menjelaskan bahwa jumlah paparan radiasi sinar UV tergantung dari banyak hal, seperti jarak ketinggian matahari dari permukaan, latitude dan altitude, populasi awan, hingga faktor lain seperti refleksi permukaan bumi.

Satuan ukuran tingkat radiasi sinar UV adalah indeks UV, di mana rentang nilainya mulai dari 0 hingga 11+. Semakin tinggi nilai indeksnya, maka semakin berpotensi radiasi bagi kulit dan mata. Indonesia sendiri memiliki indeks UV saat pagi hari rata-rata 3.

Dari indeks UV tersebut, Dokter Oke pun mengatakan bahwa waktu terbaik untuk berjemur adalah antara jam 8 hingga 10 pagi. Pada jam-jam tersebut indeks UV rerata masih di bawah 8. Durasi yang tepat saat berjemur adalah 10-15 menit sebanyak 2-3 kali seminggu.

Berjemur di bawah sinar matahari memang tidak akan mematikan virus SARS-CoV-2 ini, namun berjemur bisa membantu mengaktifkan sintesis vitamin D yang berperan dalam sistem imun tubuh.

Dokter Oke yang kini berpraktik di Klinik Kesehatan Kulit dan Kelamin, RSUD Prof. dr. Margono Soekarjo, Purwokerto, pun membagikan tips berjemur untuk manfaat yang lebih maksimal.

Tips pertama adalah berjemur saat indeks UV rendah seperti pada pukul 8 hingga 10 pagi selama 10-15 menit. Semakin gelap warna kulit, maka waktu berjemur yang dibutuhkan semakin lama.

Tips kedua, cukupkan paparan sinar matahari pada bagian badan, lengan dan tungkai atau sekitar 60 persen dari permukaan tubuh. Hindari paparan pada wajah dan mata, gunakan tirai matahari, topi dan kacamata.

Tips ketiga, oleskan krim/lotion aftersun/aloe vera untuk meredakan rasa panas dan mengurangi peradangan setelah berjemur.[]