News

Lakukan Aborsi karena Kondisi Medis, Wanita di El Salvador Dibui 30 Tahun

Wanita itu menggugurkan kandungannya setelah mengalami kondisi gawat obstetri. Namun pengadilan menganggap ia membunuh bayinya yang belum lahir,


Lakukan Aborsi karena Kondisi Medis, Wanita di El Salvador Dibui 30 Tahun
Seorang wanita memegang perutnya pada tahap terakhir kehamilannya di Bordeaux, Prancis, 28 April 2010 (Reuters via Asia One)

AKURAT.CO  Seorang wanita di El Salvador dijatuhi hukuman 30 tahun penjara setelah melakukan aborsi karena kondisi medis darurat.

Vonis itu datang pada Senin (9/5), usai terdakwa menggugurkan kandungannya setelah mengalami kondisi yang disebutnya sebagai kasus gawat obstetri. Namun, oleh pengadilan, wanita tersebut dianggap telah membunuh bayinya yang belum lahir, kata Kelompok Warga untuk Dekriminalisasi Aborsi.

Wanita itu, seorang ibu dari seorang gadis berusia 7 tahun, mengalami keadaan darurat kesehatan selama kehamilannya pada tahun 2019. Karena kondisinya itu, ia pun mencari bantuan di rumah sakit umum. Namun, aksinya itu justru mendapat kecaman dan akhirnya ia ditahan oleh pihak berwenang.

baca juga:

Baik kantor jaksa agung, maupun kantor komunikasi otoritas kehakiman El Salvador, keduanya belum juga segera menanggapi permintaan komentar dari Reuters.

Namun, yang pasti, hakim telah resmi memvonis wanita tersebut, yang merupakah ibu rumah tangga berusia 28 tahun. Karena alasan keamanan, terdakwa hanya diidentifikasi sebagai 'Esme'. Sebelum hukuman dijatuhkan, Esme ditahan dalam penahanan pra-sidang selama dua tahun. 

Itu adalah kasus pertama dari jenisnya dalam tujuh tahun terakhir, kata Kelompok Warga untuk Dekriminalisasi Aborsi, yang mendedikasikan lembaganya untuk mendekriminalisi aborsi.

"(Putusan itu) merupakan pukulan keras bagi jalan untuk mengatasi kriminalisasi kedaruratan obstetrik yang, sebagaimana telah ditunjukkan oleh Pengadilan Hak Asasi Manusia Inter-Amerika, harus diperlakukan sebagai masalah kesehatan masyarakat," kata Morena Herrera, presiden organisasi tersebut, dalam sebuah pernyataan.

Pengacara terdakwa, sementara itu, mengungkap rencana untuk mengajukan banding atas putusan pengadilan. Ia juga mencatat bagaimana vonis  tersebut adalah yang pertama dari jenisnya di bawah pemerintahan Presiden Nayib Bukele.

El Salvador, negara Amerika Tengah ini, melarang aborsi untuk semua keadaan. Larangan ketat ini tidak terkecuali bagi kasus pemerkosaan dan ketika kesehatan ibu dalam bahaya. Selama 20 tahun terakhir, pemerintahannya telah secara pidana menuntut sekitar 181 wanita yang menderita keadaan darurat obstetrik, menurut kelompok hak aborsi.

Pada November, pengadilan Hak Asasi Manusia Inter-Amerika memutuskan bahwa El Salvador telah melanggar hak seorang wanita yang diidentifikasi sebagai Manuela. Dilaporkan bahwa wanita ini dikirim ke penjara karena dinilai melanggar undang-undang aborsi. Manuela wafat saat menjalani hukuman 30 tahun.[]