News

Lakukan 3 Pelanggaran, Ini 5 Fakta Mengejutkan Pemecatan Viani Limardi dari PSI

Kini, Viani Limardi yang juga berposisi sebagai anggota DPRD DKI Jakarta tidak lagi menjadi anggota partai PSI.


Lakukan 3 Pelanggaran, Ini 5 Fakta Mengejutkan Pemecatan Viani Limardi dari PSI

AKURAT.CO Partai Solidaritas Indonesia (PSI) memutuskan untuk memecat politisi Viani Limardi pada 25 September 2021 lalu. Kini, Viani Limardi yang juga berposisi sebagai anggota DPRD DKI Jakarta tidak lagi menjadi anggota partai PSI. Tak tanggung-tanggung, PSI menilai ada tiga pelanggaran yang menjadi alasan pemecatan politisi tersebut. 

Dilansir dari berbagai sumber, AKURAT.CO mengumpulkan sejumlah fakta penting terkait pemecatan Viani Limardi. 

1. Berpolitik sejak tahun 2017

Viani memulai karier dunia politik praktis Tanah Air pada tahun 2017 silam dengan bergabung di Jangkar Solidaritas sebagai advokat hukum. Sedangkan sebelumnya, ia telah berkarier di bidang hukum sejak tahun 2011 silam dan sempat bekerja di sejumlah firma hukum mulai dari Legal Assistant PT MARSH Indonesia, Legal Staff PT Jaya Proteksindo Sakti, Associate Supramono Vyori Santoso Law Office, hingga Partner Setiarto and Partners Law Firm. 

2. Penggelembungan dana reses

Alasan yang mendasari pemecatan Viani dari keanggotan PSI adalah ia diketahui diduga melakukan penggelembungan laporan penggunaan dana APBD untuk kegiatan reses. Dana tersebut diketahui tidak sesuai dengan riilnya. Sementara itu, kegiatan tersebut juga telah dilakukan secara ruti. Wanita berdarah Makassar ini diketahui telah melanggar pasal 5 angka 3 aturan perilaku anggota legislatif PSI. 

3. Tidak melakukan pemotongan gaji

Selain itu, alasan PSI memecat Viani adalah ia juga disebut tidak mengikuti instruksi partai untuk melakukan pemotongan gaji sebagai bentuk bantuan penangan COVID-19 pada 3 April 2020 lalu. Sedangkan, instruksi tersebut telah dilakukan sesuai dengan pasal 11 angka 7 aturan perilaku anggota legislatif PSI 2020. 

4. Melanggar instruksi terkait ganjil-genap

Pada bulan Agustus 2021 lalu, wanita kelahiran Surabaya ini diketahui terlibat adu mulut dengan petugas karena telah melanggar aturan ganjil-genap. Namun, Viani membantah telah terjadi cekcok dan menyatakan hanya bertanya dan ngobrol saja. Ternyata, terkait hal ini, Viani juga dinyatakan telah melakukan pelanggaran pasal 4 angka 3 aturan perilaku anggota legislatif PSI karena tidak mematuhi instruksi DPP PSI setelah terjadi pelanggaran peraturan sistem ganjil-genap. 

5. Sudah diberi peringatan

Surat Keputusan DPP PSI Nomor 513/SK/DPP/2021 tentang Sanksi Pemberhentian Selamanya sebagai Anggota PSI terhadap Viani Limardi tersebut bukanlah keputusan pertama. Sebelumnya, pihak PSI telah melayangkan sejumlah surat peringatan. Secara keseluruhan, PSI telah mengirimkan surat peringatan pertama dan kedua. Sebelum akhirnya memberikan surat peringatan ketiga untuk pemberhentian selamanya. 

Kini, Viani Limardi pun sudah menerima surat pemecatan tersebut.[]