Lifestyle

Awas Bapak-bapak! Lagi Tren Laki Jadi Korban KDRT karena Dihajar Bini

KDRT terhadap laki-laki terjadi jauh lebih sering daripada yang diduga. Namun, laki-laki tidak melaporkannya karena malu atau takut dihakimi.


Awas Bapak-bapak! Lagi Tren Laki Jadi Korban KDRT karena Dihajar Bini
Ilustrasi KDRT terhadap laki-laki (standard.co.uk)

AKURAT.CO, Kekerasan dalam rumah tangga (KDRT) sebagian besar terfokus pada perempuan sebagai korban dan laki-laki sebagai pelaku.

Padahal, laki-laki juga bisa menjadi korban KDRT. Melansir Help Guide, kekerasan terhadap laki-laki terjadi jauh lebih sering daripada yang diduga. Itu terjadi pada laki-laki dari semua budaya dan semua lapisan masyarakat, tanpa memandang usia atau pekerjaan. Angka menunjukkan bahwa sebanyak satu dari tiga korban KDRT adalah laki-laki.

Hanya saja, banyak kasus yang tidak diketahui. Pasalnya, laki-laki cenderung tidak mengajukan laporan KDRT karena malu, takut diejek dan dicap tidak "jantan", atau penghinaan lain terhadap maskulinitas mereka.

Selain itu, masih banyak orang yang tidak percaya bahwa laki-laki bisa menjadi korban KDRT sehingga  layanan dan dukungan masih sangat kurang. 

"Laki-laki mungkin berpikir mereka kurang jantan, atau mereka sering mendengar, 'Ada apa denganmu? Kamu tidak bisa menangani wanitamu?’ Laki-laki pikir mereka harus macho. Itu menambah lapisan kesulitan bagi laki-laki," kata Carmen Pitre, direktur eksekutif Sojourner Family Peace Center, penyedia layanan dukungan kekerasan dalam rumah tangga di Wisconsin.

“Kami percaya perang melawan kekerasan adalah masalah hak asasi manusia. Jika kamu disakiti oleh siapapun, itu salah," tegasnya. 

Sama seperti pada kasus perempuan, laki-laki menjadi korban KDRT juga bisa mengalami kekerasan fisik. Pasangan dapat memukul, menendang, menggigit, meninju, meludah, melempar barang, atau menghancurkan harta benda milikmu.  

Adapun KDRT bukan hanya berupa kekerasan fisik dan seksual, tapi juga pelecehan emosional, penguntitan serta ancaman. Pelaku menggunakan kata-kata dan perilaku yang mengintimidasi dan menyakitkan untuk mengendalikan pasangannya. 

KDRT terhadap laki-laki tidak selalu mudah diidentifikasi, tetapi bisa menjadi ancaman serius. Kamu mungkin mengalami kekerasan dalam rumah tangga jika pasangan kamu melakukan hal-hal berikut ini, dilansir AKURAT.CO dari berbagai sumber, Selasa, (28/9/2021): 

  • Secara verbal melecehkan, meremehkan, menghina atau mempermalukan kamu, baik kepadamu atau di depan teman, kolega, atau keluarga, atau di media sosial.
  • Tidak mengizinkan kamu bekerja.
  • Melarang kamu untuk bertemu dengan anggota keluarga atau teman.
  • Mencoba mengontrol cara kamu membelanjakan uang, ke mana pergi, atau apa yang kamu kenakan.
  • Bersikap cemburu atau posesif atau terus-menerus menuduh kamu tidak setia.
  • Marah saat minum alkohol.
  • Mencoba mengontrol apakah kamu boleh menemui penyedia layanan kesehatan.
  • Mengancam dengan kekerasan atau senjata.
  • Memukul, menendang, mendorong, menampar, mencekik, atau menyakiti kamu, anak-anakmu, atau hewan peliharaan.
  • Memaksa kamu untuk berhubungan seks atau melakukan tindakan seksual yang bertentangan dengan keinginanmu.
  • Menyalahkan kamu atas perilaku kekerasannya atau memberi tahu bahwa kamu pantas mendapatkannya.
  • Membuat tuduhan palsu tentang kamu kepada teman, atasan, atau polisi, atau melakukan cara lain untuk memanipulasi dan mengisolasi kamu.

Jika kamu kesulitan mengidentifikasi apa yang terjadi, mundurlah selangkah dan lihat pola yang lebih besar dalam hubunganmu. Kemudian, tinjau kembali tanda-tanda kekerasan dalam rumah tangga. 

Bahkan jika kamu masih tidak yakin, carilah bantuan. Kekerasan bisa menyebabkan kerusakan fisik dan emosional, tidak peduli apakah itu terjadi pada laki-laki atau perempuan.[]