Olahraga

Lahm: Piala Dunia Dua Tahunan Mengesankan Sepakbola Hanyalah Soal Uang

Philipp Lahm juga menganggap Piala Dunia dua tahunan akan berdampak pada kenangan dan perjalanan hidup para pendukung.


Lahm: Piala Dunia Dua Tahunan Mengesankan Sepakbola Hanyalah Soal Uang
Philipp Lahm menegaskan pesepakbola harus menjadi panutan di tengah pandemi virus corona baru. (FOTO/Sport Star Hindu)

AKURAT.CO, Mantan Kapten Tim Nasional Jerman dan legenda Bayern Muenchen, Phillip Lahm, mengambil sikap untuk menentang usulan FIFA menggelar Piala Dunia dua tahunan. Lahm menganggap Piala Dunia dua tahunan terlalu banyak dan akan berpengaruh terhadap penggemar, pemain, juga posisi sepakbola di hadapan industri.

Dalam kolom yang dimuat di The Guardian, Lahm mengatakan bahwa ia setuju dengan sejumlah pihak yang menentang Piala Dunia dua tahunan. Beberapa yang melakukan penolakan di antaranya adalah UEFA, sejumlah asosiasi, dan para klub.

Lahm menulis surat ini tepat di hari ketika Kepala Bidang Pengembangan Sepakbola Global FIFA, Arsene Wenger, mengadakan pertemuan dengan para pelatih tim nasional untuk membahas Piala Dunia dua tahunan, Selasa (19/10).

“Mempersingkat siklus Piala Dunia bakal memberikan kesan bahwa sepakbola hanyalah soal uang. Dan perhelatan olahraga utama butuh kesabaran dan waktu. Itu krusial untuk kelangsungan mereka,” tulis Lahm.

Dengan mempertimbangkan perputaran uang di Piala Dunia dua tahunan, Lahm juga menganggap FIFA seperti melupakan esensi tim nasional. Dengan mengutip pandangan mantan pemain Timnas Prancis, Thierry Henry, Lahm mengatakan bahwa pesepakbola melampiaskan hasrat bermain bukan karena uang di timnas.

“Apa yang dia (Henry) maksudkan adalah: bermain untuk tim nasional adalah pekerjaan yang spesial. Anda bermain tidak terlalu karena uang, lebih karena negara dan pendukung. Itu meminta tanggung jawab besar dan melelahkan,” tulis Lahm.

“Saya sendiri pensiun dari tim nasional pada 2014–setelah turnamen keenam saya. Saya telah memutuskan itu lebih jauh sebelumnya, karena beban ganda yang intens. Saya bermain tiga tahun lebih lama untuk klub saya.”

Lahm juga menganggap Piala Dunia dua tahunan akan berdampak pada kenangan dan perjalanan hidup para pendukung. Rentang waktu empat tahun antara Piala Dunia dan juga Piala Eropa selama ini membuat pendukung punya kenangan terhadap momen perhelatan tersebut.

“Yunani diizinkan menyebut diri mereka sebagai juara Eropa selama empat tahun, dari 2004 ke 2008, Portugal lima tahun, Spanyol delapan tahun. Dari 2014 ke 2018, Jerman nomor satu di dunia,” tulis Lahm.

“Mempercepat siklus akan membuat banyak pengalaman dan kenangan bisa mudah tergantikan. Sebuah turnamen tahunan akan menjadi seperti saluran media sosial tambahan di telepon Anda atau aplikasi streaming lainnya.”[]