News

Lahan Lama TPA Piyungan Bakal Disulap Jadi Zona Hijau

Pemda DIY juga mengupayakan pemadatan sampah di zona A dan B TPA Piyungan


Lahan Lama TPA Piyungan Bakal Disulap Jadi Zona Hijau
TPA Piyungan (Dok. Istimewa/PUPR)

AKURAT.CO, Sekda DIY Kadarmanta Baskara Aji mengungkap rencana mengubah lahan Tempat Pemrosesan Akhir (TPA) Regional Piyungan menjadi zona hijau.

Aji mengatakan, lahan lama atau eksisiting di TPA Piyungan secara perlahan akan ditutup dengan vegetasi oleh Balai Prasarana dan Permukiman Wilayah (BPPW) DIY.

"Mari kita cari yang terbaik untuk masyarakat Sitimulyo maupun DIY secara umum. Saya kira, dialog ini tak hanya berhenti sampai di sini, kita bisa teruskan dialog," kata Aji, Rabu (11/5/2022). 

baca juga:

Pemda DIY juga mengupayakan pemadatan sampah di zona A dan B TPA Piyungan guna memperpanjang daya tampungnya. Upaya itu tengah dilakukan DLHK DIY dan Dinas PUP ESDM DIY.

"Setelah dipadatkan kemarin, bisa turun sekitar 4 meter dan mungkin bisa bertambah daya tampungnya sekitar 1,5 bulan," kata Aji.

Upaya ini sendiri terkait wacana membuka lahan transisi di sebelah utara TPA Piyungan imbas tak memadainya daya tampung zona A dan zona B.

Wacana lahan transisi inilah yang menjadi salah satu persoalan pemicu pemblokiran akses menuju TPA Piyungan oleh warga, Sabtu (7/5/2022) lalu.

"Zona transisi akan digunakan kalau kapasitas zona A dan B benar-benar sudah tidak memadai. Jadi kita memaksimalkan dulu zona A dan zona B," jelas Aji.

Aji menuturkan, jika zona transisi digunakan maka diproyeksikan hanya hingga tahun 2025. Setelahnya ditutup dan tidak akan ada lagi pembuangan sampah.

"Pada intinya, kita sekarang sedang mengupayakan pengelolaan sampah dari sekadar pembuangan menjadi pengolahan atau pemrosesan," imbuhnya.

Blokade sendiri sudah mulai dibuka pada Kamis (12/5/2022) pagi ini usai adanya kesepakatan antara Pemda DIY dan warga seputaran TPA Piyungan. Termasuk, salah satu di antaranya adalah soal pemakaian lahan transisi ini.

Sesuai dengan aspirasi warga, Aji menekankan bahwa penyiapan proses lahan transisi juga harus memperhatikan bahaya pencemaran sumber air tanah. 

"Jika lahan dimanfaatkan, mohon diperhatikan agar tidak terjadi pencemaran air tanah. Harus diperhatikan teknologi yang akan digunakan seperti apa dan harus ada solusi sebelum dimanfaatkan. Jika diperlukan, kiranya bisa ditambah jumlah sumur tanah atau bor untuk mencukup ketersediaan air bagi warga sekitar TPA Regional Piyungan," pungkasnya. []