News

Lagi-lagi Perubahan Nama Jalan Ditolak Warga, Ini Respons Wagub Riza

Wakil Gubernur DKI Jakarta Ahmad Riza Patria mengatakan, dia mengerti dengan sebagian warga yang hingga saat ini masih menolak perubahan nama jalan.


Lagi-lagi Perubahan Nama Jalan Ditolak Warga, Ini Respons Wagub Riza
Wagub DKI Jakarta, Riza Patria (AKURAT.CO/Yohanes Antonius )

AKURAT.CO, Wakil Gubernur DKI Jakarta Ahmad Riza Patria mengaku memahami masih ada sebagian warga yang hingga saat ini masih menolak perubahan nama jalan. Bagi Riza penolakan itu karena kekhawatiran sebagian orang akan dampak yang timbul. Misalnya menjadi repot untuk memperbaiki identitas mereka. 

Padahal, kata Riza, perbaikan kolom alamat pada identitas itu tak berbiaya. Selain itu, juga tidak perlu dilakukan saat ini. 

"Kami memahami dan mengerti beberapa warga yang menolak ada perubahan karena mungkin dirasa jadi repot harus mengganti ada biaya. Sekali lagi saya sampaikan adanya jalan ini pertama penamaan baru jalan ini untuk menghormati tokoh tokoh Betawi dan juga tokoh nasional pahlawan dan lain sebagainya dan juga kita meneladani semoga mampu memberikan inspirasi kepada generasi muda," kata Riza di Balaikota, Rabu (6/7/2022). 

baca juga:

Dia mengakui, akibat perubahan itu, warga memang harus memperbarui kolom alamat di identitas mereka. Tetapi, kata Riza, perbaikan itu juga tak perlu dilakukan saat ini. 

"Yang kedua; akibat itu memang perlu ada perubahan identitas KTP, KK, STNK, BPKB bahkan sertifikat dan lain-lain, namun demikian semua perubahan itu mengikuti periodisasinya saja, umpamanya STNK baru habis 5 tahun kemudian, ya tidak perlu diganti sekarang," katanya. 

Contoh lain yakni sertifikat tanah di BPN. kata Riza, BPN tak mewajibkan pemilik sertifikat untuk mengubah dokumennya. 

"Umpamanya soal sertifikat ya tidak perlu diganti sekarang, bagi BPN tidak jadi masalah tetap memahami bahwa tanah itu, sekalipun namanya berubah, yang lama, namanya yang lama. Dan ketika transaksi jual beli baru, baru diganti nama yang baru, jadi tidak membebani," ungkapnya.

Sebelumnya, perubahan nama jalan di Cikini juga ditolak warga. Warga menilai perubahan nama jalan mempersulit mereka karena harus mengubah lagi dokumen kependudukan mereka. 

Penolakan juga datang dari Ketua RT 10 RW 06, Kelurahan Tanah Tinggi, Fazri. Dia menilai perubahan nama jalan itu tidak tepat, sebab Seniman Hamied Arief tidak tinggal di wilayah ini. 

"Kalau Hamid Arief, dia nggak pernah tinggal disini, nggak pernah domisili disini ya. Dia tinggalnya di RW 01 di belakang masjid An-Nur sana. Nah Tanah Tinggi situ dia kalau Hamid Arief," ujarnya, Rabu (6/7/2022). []