Ekonomi

Lagi-lagi Penipuan Fintech Atas Nama Modalku, Bos Modalku Ungkap Ini

Modalku sebagai penyelenggara fintech P2P (peer-to-peer) lending menemukan sejumlah kasus penipuan dengan dalih investasi yang mengatasnamakan Modalku


Lagi-lagi Penipuan Fintech Atas Nama Modalku, Bos Modalku Ungkap Ini
Kerjasama Modalku dan Tokopedia (AKURAT.CO/Jackobus)

AKURAT.CO Modalku sebagai penyelenggara fintech P2P (peer-to-peer) lending menemukan sejumlah kasus penipuan dengan dalih investasi yang mengatasnamakan Modalku melalui akun palsu pada platform Telegram dan Instagram.

Dimana temuan ini didapat melalui laporan dari korban penipuan yang telah melakukan transaksi dengan oknum tersebut dengan cara mentransfer sejumlah uang. Melihat hal tersebut, Modalku telah melaporkan kejadian ini kepada OJK (Otoritas Jasa Keuangan) serta pihak berwajib untuk diproses lebih lanjut.

Sebagai informasi, Modalku tidak menggunakan platform Telegram untuk layanan bisnis. Beberapa akun telegram palsu yang cukup aktif dan memiliki banyak anggota yang mengatas namakan Modalku adalah ModallkuIDN, Modall Rakyatt, dan modalku Investasi Mellenial. Saat ini Tim Modalku telah menerima sebanyak enam laporan dan setelah ditelusuri, akun palsu tersebut menyalahgunakan nama dan logo Modalku untuk menjebak calon investor.

Melihat hal tersebut Co-Founder & CEO Modalku, Reynold Wijaya menyampaikan bahwasanya kami turut prihatin atas kejadian yang menimpa para korban penipuan.

"Oleh karena itu, kami menghimbau masyarakat untuk lebih waspada terhadap modus penipuan, terutama dalam melakukan transaksi finansial dengan cara mengecek kredibilitas dari akun tersebut. Masyarakat juga diharapkan bisa menjaga keamanan dan kerahasiaan data pribadi dengan baik. Informasi terkait Modalku bisa didapatkan melalui website maupun akun media sosial resmi Modalku. Apabila menemukan kejanggalan yang diduga penipuan, masyarakat dapat melaporkan kepada pihakModalku melalui website Modalku di bagian customer service," ucapnya melalu keterangan tertulis yang diterima di Jakarta.

Tak hanya itu saja, lanjutnya, salah satu motif dari penipuan ini adalah dengan membagikan daftar rencana investasi digital dengan jumlah uang minimal Rp1.000.000 dengan skema bunga yang besar. Pelaku penipuan juga menginformasikan terkait simulasi keuntungan yang bisa didapatkan dalam waktu singkat selama 1 x 12 jam.

Dimana pelaku penipuan tidak segan untuk terus menanyakan kabar kelanjutan keikutsertaan korbannya.Untuk memperoleh kepercayaan dari para korban, pelaku penipuan juga memalsukan dokumen dengan mengklaim nomor izin usaha Modalku yang sudah terdaftar di OJK.

Menjawab laporan yang masih terus berlanjut, Tim Modalku terus memantau perkembangan akun palsudi berbagai platform untuk menghindari kasus penipuan serupa. Proses edukasi kepada masyarakat jugadilakukan di seluruh channel yang dimiliki Modalku, baik melalui media sosial, blog, maupun emailkepada pendana dan menghimbau untuk melakukan report terhadap akun palsu tersebut

“ Kami berharap ada tindakan tegas terhadap kasus penipuan ini. Di sisi lain, masyarakat juga harusteredukasi secara rutin terkait cara memilih fintech P2P lending yang tepat dan lebih kritis sebelummelakukan transaksi finansial. Sebaiknya masyarakat memilih pinjaman online yang terdaftar atau berizinsecara resmi di OJK karena saat ini banyak penawaran dari fintech ilegal yang dengan sengajamemanfaatkan kesulitan ekonomi masyarakat di tengah pandemi. Saat ini teknologi sudah canggih,banyak langkah mudah yang bisa diambil masyarakat untuk melakukan pengecekkan terhadap legalitassuatu perusahaan,” tutup Reynold Wijaya.[]

Prabawati Sriningrum

https://akurat.co

0 Komentar

Tinggalkan komentar

Untuk komentar, silahkan terlebih dahulu